Logo Bloomberg Technoz

Korsel Setop Siaran Propaganda ke Korut demi Redakan Ketegangan

News
23 July 2025 20:30

Pemimpin Korut Kim Jong Un. (Bloomberg)
Pemimpin Korut Kim Jong Un. (Bloomberg)

Soo-Hyang Choi - Bloomberg News

Bloomberg, Korea Selatan (Korsel) telah menghentikan siaran radio lintas batas yang sudah berlangsung selama puluhan tahun ke Korea Utara (Korut), dalam langkah terbaru untuk meredakan ketegangan. Keputusan ini dianggap sebagai kemenangan simbolis bagi Pyongyang karena memutus salah satu dari sedikit sumber informasi tanpa sensor bagi warga Korut.

Kantor Kepresidenan Korsel mengonfirmasi pada Rabu (23/7) bahwa siaran radio tersebut "telah dihentikan untuk sementara waktu," seraya menyebut langkah ini lebih baik daripada melihat hubungan antar-Korea semakin memburuk. Pernyataan ini menguatkan laporan sebelumnya dari program 38 North milik Stimson Center yang menyebutkan bahwa empat stasiun radio yang diyakini dioperasikan oleh Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) telah berhenti mengudara sejak awal Juli.


“Di sebagian besar dunia, penyiaran lintas batas adalah peninggalan masa lalu,” kata Martyn Williams, peneliti senior di Stimson Center, dalam laporan tersebut. “Namun Korut bukan seperti kebanyakan negara. Ini adalah salah satu dari sedikit tempat di dunia di mana masyarakat tidak memiliki akses ke internet dan dilarang mengakses media asing.”

Keputusan ini menjadi sorotan karena siaran radio tersebut — beberapa di antaranya sudah ada sejak 1970-an — “tidak pernah berhenti mengudara sejak pertama kali dimulai, terlepas dari apakah hubungan politik antar-Korea sedang hangat atau membeku,” tambah Williams.