Smelter nikel ini beroperasi di Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan; dengan luas area mencapai 150 hektare (ha).
Selain HNAI, Huadi Group juga memiliki 5 perusahaan smelter nikel di KIBA. Empat dari smelter nikel itu telah beroperasi yakni HNAI, PT Huadi Wuzhou Nickel Industry, PT Huadi Yatai Nickel Industry dan PT Huadi Yatai Nickel Industry II.
Sementara itu, smelter nikel yang dalam tahap konstruksi yaitu PT Hanseng New Material dan PT Unity.
Laporan PHK
Belakangan, Serikat Buruh Industri Pertambangan dan Energi (SBIPE) melaporkan sebanyak 1.200 karyawan mendapat pemutusan hubungan kerja dari HNAI dan 3 entitas bisnis lainnya.
“Per 15 Juni 2025, total ada 1.200 orang [yang terkena PHK] dari tiga perusahaan naungan PT Huadi,” kata Ketua Serikat Tingkat Pabrik SBIPE Abdul Malik saat dimintai konfirmasi oleh Bloomberg Technoz, Kamis (17/7/2025).
Abdul menceritakan sejak akhir 2024 hingga pertengahan 2025, rentetan ketidakadilan terus dihadapi oleh para pekerja di smelter nikel tersebut; mulai dari PHK sepihak hingga dirumahkan tanpa surat resmi dan upah.
"Per 1 Juli 2025 sebanyak 350 buruh di-PHK tanpa memo, selebihnya perusahaan mengeluarkan memo per 15 juli 2025," ujar Abdul.
Bloomberg Technoz telah meminta konfirmasi dan tanggapan terkait dengan laporan PHK tersebut kepada Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer. Hanay saja, Ebenezer mengaku belum mendapat info dari bawahannya.
“Belum dapat infonya,” kata Ebenezer saat dikonfirmasi.
Kemudian, Bloomberg Technoz juga telah menghubungi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pemprov Sulsel Asrul Sani, tetapi yang bersangkutan mengaku tidak mengetahui kabar tersebut.
(wdh)






























