Logo Bloomberg Technoz

Ahli data besar sangat dibutuhkan untuk mengelola, mengolah, dan menganalisis volume data yang sangat besar dari berbagai sektor.

2. Insinyur Teknologi Keuangan (FinTech)

Ilustrasi Pekerja Backoffice di sektor fintech dan perbankan.

FinTech menjadi tulang punggung inovasi keuangan masa kini. Insinyur FinTech membantu mengembangkan solusi keuangan digital yang aman dan efisien.

3. Spesialis Kecerdasan Buatan (AI) dan Pembelajaran Mesin

Profesional AI dibutuhkan untuk merancang sistem otomatisasi cerdas di berbagai sektor mulai dari kesehatan hingga manufaktur.

4. Pengembang Perangkat Lunak dan Aplikasi

Dengan tingginya permintaan teknologi mobile dan sistem berbasis cloud, pengembang perangkat lunak menjadi profesi yang paling dicari.

5. Spesialis Keamanan Siber

Ilustrasi kejahatan siber berupa peretasan sistem. (Dok: Bloomberg)

Ancaman keamanan digital terus meningkat. Spesialis siber berperan penting dalam melindungi sistem, data, dan privasi perusahaan.

6. Spesialis Manajemen Data

Manajemen data kini menjadi bagian penting dalam strategi bisnis modern untuk pengambilan keputusan yang berbasis bukti.

7. Insinyur Kendaraan Listrik dan Otonom

Industri otomotif beralih ke kendaraan ramah lingkungan. Insinyur di bidang ini bertugas mengembangkan kendaraan masa depan.

8. Desainer UI/UX

Pengalaman pengguna menjadi prioritas dalam pengembangan aplikasi dan website, menjadikan profesi ini sangat strategis.

9. Pengemudi Layanan Pengiriman

Meskipun bersifat teknis, profesi ini tetap dibutuhkan dalam sistem logistik berbasis e-commerce dan layanan instan.

10. Spesialis Internet of Things (IoT)

IoT menghubungkan berbagai perangkat ke jaringan internet. Spesialis IoT membantu menciptakan ekosistem teknologi pintar.

11. Analis dan Ilmuwan Data

Data menjadi aset penting organisasi. Ilmuwan data dibutuhkan untuk memahami tren dan meramalkan strategi masa depan.

12. Insinyur Lingkungan

Ilustrasi Artikel 5 Pekerjaan ‘Hijau’ Bergaji Tinggi dengan Tingkat Stres Rendah (Envato)

Pergeseran ke energi hijau membuat kebutuhan terhadap tenaga ahli lingkungan meningkat, terutama dalam pengelolaan limbah dan sumber daya.

13. Analis Keamanan Informasi

Mereka berperan dalam memetakan risiko keamanan dan mengembangkan sistem proteksi terhadap kebocoran data.

14. Insinyur DevOps

DevOps menggabungkan pengembangan dan operasional TI, yang mempercepat proses produksi digital dalam perusahaan.

15. Insinyur Energi Terbarukan

Dengan transisi global menuju energi ramah lingkungan, tenaga ahli dalam energi surya, angin, dan air akan sangat dibutuhkan.

Pekerjaan yang Diprediksi Akan Hilang Menjelang 2030

Infografis Daftar Pekerjaan yang Terancam Punah, Siap-siap Ganti Profesi (Asfahan/Bloomberg Technoz)

Sebaliknya, beberapa profesi yang bersifat administratif dan manual diprediksi akan berkurang drastis atau bahkan hilang, seiring dengan meningkatnya penggunaan otomatisasi dan kecerdasan buatan.

Berikut daftar 15 pekerjaan yang rentan hilang:

  1. Telemarketer

  2. Sekretaris hukum

  3. Pejabat hukum tingkat rendah

  4. Petugas klaim asuransi dan penyelidik

  5. Desainer grafis konvensional

  6. Tenaga penjualan keliling dan informal

  7. Petugas transportasi manual dan kondektur

  8. Petugas pencatatan barang dan stok

  9. Petugas akuntansi dan pembukuan manual

  10. Pekerja percetakan tradisional

  11. Asisten administrasi

  12. Kasir dan petugas tiket

  13. Petugas entri data

  14. Teller bank

  15. Petugas layanan pos

Turunnya permintaan terhadap profesi ini disebabkan oleh digitalisasi layanan, otomatisasi proses kerja, dan efisiensi biaya operasional.

Strategi Memasuki Dunia Kerja Masa Depan

Cek 10 Pekerjaan dengan Gaji Tertinggi di Tahun 2025 (Bloomberg Technoz/Asfahan)

Untuk bisa bersaing di masa depan, para pencari kerja maupun pelajar sebaiknya mulai mengasah keterampilan digital, memahami teknologi terkini, dan mengembangkan soft skill seperti komunikasi, adaptasi, dan kolaborasi. Pendidikan vokasional dan pelatihan industri berbasis kebutuhan pasar juga akan menjadi pilihan tepat untuk meningkatkan daya saing.

Masa depan dunia kerja tidak bisa dihindari dari dampak revolusi teknologi. Sebagian pekerjaan akan tergantikan, tapi lebih banyak peluang baru akan tercipta. Dengan strategi pendidikan dan pelatihan yang tepat, generasi muda Indonesia bisa siap menghadapi dan bahkan memimpin transformasi ini.

(seo)

No more pages