Sebelum menjabat sebagai Dirut IBC, Toto memiliki karier yang cukup panjang yakni 25 tahun di Pertamina.
Pada 2015, Toto menjabat sebagai Managing Director PT Pertamina International Marketing & Distribution Pte. Ltd.
Kemudian, pada 2017 Toto dipercaya menduduki posisi Chief Executive Officer (CEO) Pertamina Gas terkait dengan perdagangan atau trading minyak internasional dan di perusahaan transmisi dan distribusi gas.
Toto juga pernah menjadi Senior Vice President Pertamina pada 2016—2018 dalam mengelola ketahanan BBM di seluruh indonesia beserta proses impor dan ekspor minyak mentah, bahan bakar minyak (BBM), dan gas minyak cair atau liquified petroleum gas (LPG).
Setelah itu, dia dipercaya sebagai Direktur Pengembangan Bisnis di PT Pelabuhan Indonesia (Persero) selama 2 tahun. Toto juga berperan dalam proses transformasi Pelindo III dan pengembangan bisnis terkait dengan sinergi Pelindo dengan BUMN lain seperti PLN, Pertamina, Pupuk Indonesia, Semen Indonesia, dan lainnya.
Baru-baru ini, Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan peletakan batu pertama pembangunan proyek baterai kendaraan listrik (EV) garapan Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL) dan IBC, di Kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Karawang, Jawa Barat, Minggu (29/6/2025).
Dalam peresmian tersebut, Toto turut hadir bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri BUMN Erick Thohir, dan pejabat lainnya.
Proyek yang kerap disebut Proyek Dragon itu memiliki nilai investasi sekitar US$5,9 miliar.
Proyek Dragon juga masuk ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Secara keseluruhan, kawasan pengembangan mencakup 3.023 hektare lahan dan berpotensi menciptakan hingga 8.000 lapangan kerja langsung. Pembangunan juga meliputi infrastruktur pendukung seperti 18 dermaga multifungsi.
(mfd/wdh)































