Logo Bloomberg Technoz

Kapasitas Produksi CNG RI 50 MMSCFD, Cukup Buat 70% Konsumen LPG

Dovana Hasiana
04 May 2026 13:30

Tangki gas alam terkompresi (CNG) dan saluran bahan bakar di Montgomery County Fleet Management Services di Rockville, Maryland, AS./Bloomberg
Tangki gas alam terkompresi (CNG) dan saluran bahan bakar di Montgomery County Fleet Management Services di Rockville, Maryland, AS./Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta – Praktisi senior industri minyak dan gas (migas) Hadi Ismoyo mengatakan kapasitas produksi gas alam terkompresi atau compressed natural gas (CNG) di Indonesia mencapai sekitar 30—50 juta standar kaki kubik per hari atau million standard cubic feet per day (MMSCFD).

Hadi mengatakan kapasitas produksi itu sebagian besar terpakai untuk kawasan-kawasan industri dan pabrik offgrid dengan modul 40 kaki (feet) CNG.

Namun, pengembangan CNG yang dikemas dalam format tabung mini berukuran 3 kilogram (kg) — yang diwacanakan untuk menggantikan impor minyak cair atau liquified petroleum gas (LPG) — masih sangat kecil volumenya.


"Jika pemerintah serius akan konversi LPG 3 kilogram ke CNG tabung mini, perlu dibangun Mother Station di sepanjang pipa gas trans Jawa dari Gresik, Semarang, Cirebon. Tersambung dengan Terminal Regas di Teluk Jakarta sebesar 300 MMSCFD dan Terminal Regas di Sidoarjo sebesar 400 MMSCFD," ujar Hadi saat dihubungi, Senin (4/5/2026). 

Tangki gas alam terkompresi (CNG) berada di dalam mobil hybrid SEAT Ibiza TGI selama acara Volkswagen AG CNG Mobility Day di Essen, Jerman./Bloomberg

Menurut Hadi, kapasitas produksi eksisting tersebut sebenarnya sangat cukup melayani tabung CNG mini di Pulau Jawa yang setara dengan 70% konsumen LPG nasional.