"Saya menulis surat ke Tesla Board minggu ini, meminta mereka duduk dengan Elon dan menjelaskan tindakannya soal partai ini. Kalau dia tak bisa menjadi CEO penuh waktu Tesla, dewan harus mempertimbangkan posisi itu secara serius," ujar Fishback.
Fishback menegaskan bahwa Elon Musk bebas secara pribadi untuk membentuk partai, tapi tidak untuk menyeret para pemegang saham Tesla lain ke dalam dinamika politik. "Tesla bukan milik pribadi Elon Musk. Kami para pemegang saham memiliki hak untuk meminta kejelasan dan akuntabilitas."
Menurutnya, saat ini bukan waktu yang tepat untuk mendirikan partai politik baru dengan segala aktivitas kampanye, pencarian kandidat, dan pengorganisasiannya. Fokus Musk seharusnya berada pada teknologi revolusioner Tesla seperti Full Self-Driving (FSD), Robotaxi, dan pengembangan AI, bukan agenda politik.
Meski mengakui kepemimpinan visioner Musk, Fishback khawatir langkah politik ini akan berdampak buruk terhadap reputasi dan nilai Tesla ke depan. Ia juga memperingatkan, jika tidak ada kejelasan dari dewan, Azoria akan mengevaluasi ulang posisinya dalam ETF Tesla maupun indeks anti-DEI seperti Azoria 500 Meritocracy ETF.
"Tesla adalah salah satu saham AI paling menjanjikan di dunia, tapi kami tak bisa melanjutkan investasi jika CEO-nya lebih tertarik menjalankan partai politik," tegas Fishback.
Ia juga menyebut tidak ada sinergi antara Tesla dan partai politik, tidak seperti hubungan Tesla dengan SpaceX atau XAI. "Tapi tidak ada sinergi antara Tesla dan pendirian partai politik baru yang berniat "menghancurkan" Presiden AS," jelasnya. Fishback lantas mendukung Musk untuk tetap mendapat kompensasi layak atas kontribusinya di Tesla, namun menuntut komitmen penuh terhadap perusahaan.
"Elon layak mendapat kompensasi atas kontribusinya yang luar biasa. Tapi keputusan juri di Delaware adalah keputusan politis. Sekarang, dewan dan lembaga harus berdiskusi serius dengan Elon soal partai barunya, dan memastikannya tetap berkomitmen penuh sebagai CEO Tesla," pungkas dia.
Kontroversi Elon Musk, yang kini kembali ke politik, harus mendapat peringatan. Pasalnya pada Mei silam orang terkaya di dunia itu sempat berjanji untuk lebih fokus pada pengelolaan bisnisnya dibandingkan poltik. "Dewan direksi di Tesla tidak boleh hanya diam dan melihat situasi ini tanpa melakukan apapaun," kata Dan Ives, Direktur Pelaksana Wedbush Securities, dilaporkan Washington Post. Pemegang saham ingin inovator teknologi asal AS ini mengurangi belanja politiknya.
(prc/wep)































