Logo Bloomberg Technoz

Tesla Jadi Korban karena Ide Elon Musk Buat Partai Amerika

Pramesti Regita Cindy
08 July 2025 10:15

Seteru baru Elon Musk dan Donald Trump. (Bloomberg)
Seteru baru Elon Musk dan Donald Trump. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Elon Musk kembali membuat gebrakan di ranah politik Amerika Serikat (AS) dengan mendeklarasikan pembentukan partai baru bernama America Party. Namun langkah tersebut memicu kegelisahan investor Tesla, terutama karena dinilai bisa mengganggu fokusnya sebagai CEO di tengah performa perusahaan yang tengah lesu.

Mengutip dari Bloomberg News, Saham Tesla tercatat anjlok lebih dari 7% pada Senin (7/7/2025) hanya sehari setelah Elon Musk mengumumkan pendirian partainya lewat platform X. Aksi itu memicu perdebatan publik, termasuk respons sinis dari mantan Presiden Donald Trump yang menyebut Musk telah "keluar jalur".

Deklarasi politik ini datang beberapa bulan setelah Musk berjanji kepada pemegang saham untuk mengurangi aktivitas politik dan memfokuskan dirinya pada Tesla. Namun realita berkata lain, penjualan Tesla turun secara global akibat tekanan kompetitor dan sentimen negatif terhadap Musk, sementara perusahaan tengah menggarap peluncuran penting teknologi Robotaxi di Austin.


"Kami menduga bahwa para investor mulai jenuh dengan gangguan tersebut pada saat bisnis sangat membutuhkan perhatian Musk dan hanya melihat sisi negatif dari kembalinya dia ke dunia politik," tulis analis William Blair, Jed Dorsheimer dan Mark Shooter, mengutip Business Insider Selasa (8/7/2025). Mereka menurunkan peringkat saham Tesla, mengkhawatirkan dampak dari kebijakan "Big Beautiful Bill" Trump yang baru.

Senada, analis senior Wedbush Dan Ives juga menyebut keterlibatan Musk dalam politik sebagai "arah yang berlawanan dengan keinginan investor Tesla" pada saat genting ini. Ketidakpuasan juga disuarakan langsung oleh James Fishback, CEO Azoria, yang mengelola ETF berbasis saham Tesla. Dalam wawancaranya kepada Bloomberg Tech, yang turut diunggah dirinya di X, Fishback secara terbuka mengkritik langkah Musk dan menyatakan perusahannya akan menunda peluncuran ETF Tesla karena khawatir fokus Elon Musk akan terpecah.