Logo Bloomberg Technoz

“Yang kedua kita akan proses melalui mekanisme karena jangka waktu sidang pada masa sidang ini pendek, kita akan usahakan secepatnya, agar dapat segera dilantik pada selesai masa sidang yang saat ini,” tutur Dasco.

Sekadar catatan, Presiden ke-7 Joko Widodo memang belum melantik pengganti Rosan Roeslani yang ditarik untuk menjadi Wakil Menteri BUMN pada Juli 2023. Presiden Prabowo Subianto pun hingga saat ini juga belum melantik orang yang menempati posisi tersebut.

Pada Senin (24/3/2025), Prabowo sebenarnya melantik 31 Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk mewakili negara di berbagai kawasan strategis dan organisasi dunia. Namun, Kepala Negara saat ini belum melantik Dubes Indonesia untuk AS.

Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memang telah meminta pemerintah untuk segera mengisi posisi Dubes untuk sejumlah negara yang masih kosong, salah satunya posisi Dubes Indonesia untuk AS.

Sedangkan, Kementerian Luar Negeri mengatakan dalam kebiasaan diplomatik, sebenarnya tidak ada yang aneh apabila suatu pos Dubes belum sempat terisi karena mekanismenya tetap berjalan. Hal ini terjadi karena kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia atau Konsulat Jenderal Republik Indonesia akan dipimpin oleh Kuasa Usaha Ad Interim/ Charge d’Affaires (KUAI).

Juru Bicara Kemlu Rolliansyah Soemirat mengamini posisi KUAI di KBRI Washington saat ini diisi oleh Ida Bagus Made Bimantara. Selain itu, Rolliansyah menggarisbawahi penunjukan Dubes untuk negara asing merupakan sepenuhnya hak prerogatif Presiden.

"Sesuai Undang-Undang Dasar, penunjukan Dubes untuk negara asing merupakan sepenuhnya hak prerogatif Presiden," ujar Rolliansyah kepada Bloomberg Technoz.

(azr/frg)

No more pages