Logo Bloomberg Technoz

Pedagang Beras Culas Disebut Rugikan Konsumen Rp100 T Per Tahun

Sultan Ibnu Affan
27 June 2025 10:30

Pedagang beras membaca koran saat menunggu pembeli di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Selasa (7/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pedagang beras membaca koran saat menunggu pembeli di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Selasa (7/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Pertaninan (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap sejumlah praktik 'culas' para pedagang, termasuk pemasok beras di dalam negeri yang juga telah beredar di pasaran, berdasarkan hasil investigasi kementeriannya.

Amran mengatakan, temuan itu mengungkapkan mayoritas beras yang dijual di pasaran, baik dalam kategori premium maupun medium menunjukkan ketidaksesuaian volume, tidak sesuai harga eceran tertinggi (HET), hingga tak memenuhi standar mutu, yang diperkirakan merugikan konsumen hingga Rp99,35 triliun per tahun.

"Jadi ini potensi kerugian konsumen sekitar 99 triliun. Inilah hasil tim bersama turun ke lapangan dan kita akan verifikasi ulang, nanti satgas bergerak mengecek langsung di lapangan. Ada mutunya tidak sesuai, harganya tidak sesuai, beratnya tidak sesuai, ini sangat merugikan konsumen”, ujar Amran dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (27/6/2025).


Berdasarkan hasil investigasi secara terperinci, ditemukan bahwa 85,56% beras premium yang diuji tidak sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan. Kemudian, beras premium tersebut juga tercatat melebihi HET (Harga Eceran Tertinggi), sementara 21,66% lainnya memiliki berat riil yang lebih rendah dibandingkan dengan yang tertera pada kemasan.

Kemudian, untuk beras medium, 88,24% dari total sampel yang diuji tidak memenuhi standar mutu SNI. Selain itu, 95,12 % beras medium ditemukan dijual dengan harga yang melebihi HET, dan 9,38% memiliki selisih berat yang lebih rendah dari informasi yang tercantum pada kemasan.