Bukan Sekadar Kapal, Aksi Hiu Paus PIS Pangkas 116 Ribu Ton Emisi

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Pertamina International Shipping (PIS) menegaskan perannya dalam menjaga ketahanan energi nasional dengan menempatkan aspek keberlanjutan sebagai bagian inti dari strategi bisnis sepanjang 2025. Di tengah tantangan industri maritim global, PIS tidak hanya berfokus pada keandalan distribusi energi, tetapi juga pada upaya nyata pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat pesisir.
Sepanjang tahun 2025, PIS mengintegrasikan berbagai inisiatif keberlanjutan yang mencakup pengurangan emisi karbon, pemulihan ekosistem laut, hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia. Pendekatan ini menunjukkan bahwa transformasi industri pelayaran menuju arah yang lebih hijau dapat berjalan seiring dengan penguatan ketahanan energi nasional.
Salah satu capaian utama PIS adalah keberhasilan menurunkan emisi karbon secara signifikan. Total pengurangan emisi mencapai 116.761 ton setara karbon dioksida atau CO2 equivalent (CO2e). Penurunan ini berasal dari berbagai armada, termasuk Pertamina Prime, Pertamina Pride, dan Pertamina Halmahera, yang berkontribusi besar melalui efisiensi operasional dan modernisasi teknologi kapal.
Upaya penurunan emisi tersebut tidak dilakukan secara parsial, melainkan melalui pendekatan sistematis. PIS menerapkan efisiensi energi dan pembaruan teknologi armada agar setiap pelayaran meninggalkan jejak karbon yang semakin rendah. Langkah ini memperkuat posisi PIS sebagai perusahaan logistik energi yang adaptif terhadap tuntutan keberlanjutan global.
Dari sisi operasional, optimalisasi kecepatan kapal menjadi kontributor terbesar dalam penurunan emisi. Strategi speed optimization mampu memangkas sekitar 78.500 ton CO2e atau setara 67 persen dari total penurunan emisi. Pengaturan kecepatan yang presisi terbukti efektif menekan konsumsi bahan bakar tanpa mengganggu keandalan distribusi energi nasional.
Pjs. Corporate Secretary PIS Vega Pita menegaskan arah transformasi tersebut. “PIS berkomitmen untuk menjaga keseimbangan energi dengan transformasi industri maritim menuju pelayaran hijau yang lebih berkelanjutan," ujarnya. Pernyataan ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk menempatkan keberlanjutan sebagai fondasi jangka panjang.
Pelestarian Laut dan Pemberdayaan Masyarakat
Komitmen PIS terhadap lingkungan tidak berhenti pada pengurangan emisi. Perusahaan juga aktif dalam pelestarian ekosistem laut melalui program blue carbon restoration. Sepanjang 2025, PIS melakukan penanaman 38.000 pohon mangrove, 3.200 lamun, dan 2.635 fragmen terumbu karang sebagai bagian dari pemulihan pesisir Indonesia.
Program ini bertujuan menjaga keseimbangan ekosistem laut yang menjadi penopang kehidupan masyarakat pesisir. Mangrove, lamun, dan terumbu karang tidak hanya berfungsi sebagai pelindung alami pantai, tetapi juga sebagai penyerap karbon yang penting dalam mitigasi perubahan iklim.
PIS juga menunjukkan kepedulian terhadap keanekaragaman hayati laut. Di perairan Kepulauan Derawan, PIS menandai empat ekor hiu paus sebagai bagian dari program pemantauan. Dalam dua tahun terakhir, total tujuh hiu paus telah ditandai dan 207 ekor berhasil dipantau untuk mendukung konservasi spesies tersebut.
Selain aspek lingkungan, PIS memberi perhatian besar pada penguatan budaya kerja dan pemberdayaan sosial. Perusahaan terus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang sehat, aman, dan inklusif melalui berbagai inisiatif internal. Salah satunya adalah komunitas PERTIWI yang menjadi motor penggerak pemberdayaan perempuan di lingkungan PIS.
Program PERTIWI dirancang untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam kepemimpinan perusahaan. Targetnya, keterlibatan perempuan di posisi kepemimpinan dapat mencapai 30 persen pada 2034. Inisiatif ini menegaskan komitmen PIS terhadap prinsip kesetaraan dan keberagaman di tempat kerja.
Dalam pengembangan talenta, PIS meluncurkan berbagai program kepemimpinan seperti Next Wave, Navigator, dan AcademySEA. Program-program ini bertujuan meningkatkan kapasitas strategis, kepemimpinan, serta pemahaman keberlanjutan bagi para perwira dan karyawan PIS agar mampu bersaing di tingkat global.
Tidak hanya berfokus ke internal, PIS juga menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat melalui program sosial. OceanLiteraSEA menjadi salah satu inisiatif yang ditujukan untuk meningkatkan literasi maritim anak-anak pesisir. Program ini membantu menanamkan pemahaman tentang pentingnya laut bagi kehidupan sejak usia dini.
PIS juga mengembangkan Desa Energi Berdikari sejak 2024. Program ini telah mendorong kemandirian energi dan ekonomi masyarakat di tiga daerah terpencil. Melalui akses energi terbarukan dan penguatan ekonomi lokal, PIS berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan di wilayah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses.
Dalam bidang kesehatan, PIS berkolaborasi dengan Yayasan Dokter Peduli melalui program BerSEAnergi untuk Laut. Kehadiran Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya II di Waigeo Utara, Raja Ampat, selama empat bulan telah menjangkau 4.099 pasien dan penerima manfaat, memperluas akses layanan kesehatan di wilayah terpencil.
Komitmen keberlanjutan PIS juga tercermin melalui Uniform Recycling Program Pertamina Group. Pada 2025, karyawan PIS mengumpulkan 668 seragam bekas yang diolah kembali menjadi produk fungsional. Program ini berhasil mengurangi jejak karbon sebesar 407 kilogram CO2e dan melibatkan partisipasi aktif 116 karyawan.
Menutup rangkaian capaian tersebut, Vega Pita menegaskan makna keberlanjutan bagi perusahaan. “Bagi PIS, energi adalah denyut kehidupan, dan bumi adalah ruang yang kami jaga agar denyut itu terus berlanjut berjalan beriringan. Melalui berbagai program kepedulian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat yang PIS jalankan sepanjang 2025, kami berharap dapat melangkah lebih jauh untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan memperkuat ketahanan energi nasional,” tutupnya.

































