Timah Diramal Solid di US$45.000 pada 2026 Gegara Booming Cip AI
Mis Fransiska Dewi
02 February 2026 14:10

Bloomberg Technoz, Jakarta – Harga timah pada 2026 diproyeksi menjadi US$45.000/ton, menurut BMI—lengan riset dari Fitch Solutions Company. Kondisi itu salah satunya didukung oleh permintaan semikonduktor di Taiwan yang meningkat untuk cip industri kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
BMI sendiri merevisi proyeksi harga timah pada 2026 yang semula dari US$35.000/ton menjadi US$45.000/ton karena harga telah jauh melampaui fundamental dengan aktivitas spekulatif yang menjadi pusat perhatian.
“Karena harga timah telah mengalami reli yang belum pernah terjadi sebelumnya di tengah peningkatan tajam permintaan spekulatif untuk timah dengan latar belakang ketegangan geopolitik dan dolar AS yang lemah,” tulis BMI dalam laporan terbaru dikutip Senin (2/2/2026).
Harga berjangka timah selama tiga bulan di London Metal Exchange (LME) berada di sekitar US$54.878/ton pada 28 Januari 2026, dengan rata-rata tahun berjalan di US$48.883/ton. Per hari ini, timah dilego di level US$51.955/ton di LME, turun 5,68% dari penutupan Jumat.
BMI memperkirakan harga timah masih akan mengalami sedikit kenaikan dalam beberapa hari mendatang karena masalah perizinan produksi atau rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) 2026 di Indonesia terus berlanjut di tengah pasokan timah di Myanmar yang masih terbatas dan permintaan industri semikonduktor yang kuat.






























