Logo Bloomberg Technoz

Beras Swasembada, Tapi Harganya Masuk Kategori Waspada

Redaksi
12 January 2026 18:00

Harga beras premium merek Topi Koki yang naik hampir 100% menjadi Rp140.790/5kg di Superindo Pancoran (26/8/2025). (Fikri/Bloomberg Technoz)
Harga beras premium merek Topi Koki yang naik hampir 100% menjadi Rp140.790/5kg di Superindo Pancoran (26/8/2025). (Fikri/Bloomberg Technoz)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyebut bahwa di tahun 2025, Indonesia telah berhasil melakukan swasembada beras. Bahkan Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengeklaim stok beras di awal tahun 2026 mencapai 12,529 juta ton. Perolehan angka ini sudah termasuk stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Perum Bulog sebesar 3,248 juta ton.

Namun demikian, kategori beras medium masuk ke dalam status harga pangan waspada di tahun 2025, bahkan komoditas beras premium merupakan kpmoditas yang patut diintervensi.

“Sementara untuk harga pangan yang waspada sepanjang tahun [2025] adalah beras medium dan [yang] memerlukan intervensi dan sudah juga kita lakukan itu adalah untuk beras premium, jagung untuk peternak, dan minyak kita” kata Rinna Syawal, Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan, Senin (12/1/2026).


Sepanjang tahun 2025, harga rata-rata beras premium di zona 1 mencapai 15.144 per kg atau lebih tinggi 1,44% terhadap HET sebesar 14.900, di zona 2 beras premium mencapai harga 16.251 per kgnya atau lebih tinggi 5,53% dibanding HET dan di zona 3 harga rata-ratanya mencapai 19.199 per kg atau lebih tinggi 21,51% terhadap HET.

Sementara itu, untuk kategori beras medium di zona 1 rata-rata harga beras di sepanjang tahun 2025 adalah sebesar 13.404, atau lebih rendah 0,71% dibandingkan dengan HET sebesar Rp13.500. Di zona 2, dengan HET Rp14.000, rata-rata beras medium mencapai Rp14.064 atau lebih tinggi 0,46% dan di zona 3, harga beras medium mencapai Rp17.055 per kgnya dengan disparitas terhadap HET mencapai 10%.