RI Hadapi Risiko Fiskal Buntut Israel-Iran, Surat Utang Tertekan
Redaksi
16 June 2025 13:37

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pasar surat utang negara pada perdagangan hari ini cenderung tertekan, terseret oleh sentimen buruk global menyusul pecah perang di Timur Tengah, yang memicu sentimen risk-off dan merugikan aset-aset di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Tekanan melanda terutama untuk obligasi negara tenor panjang, seiring dengan langkah pelaku pasar mengkalkulasi risiko perang yang makin panas, serta meramu strategi melindungi nilai portofolio dari kerugian lebih banyak akibat lonjakan harga minyak dunia.
Peningkatan risiko fiskal yang mungkin membesar akibat lonjakan harga minyak dunia, juga membuat pamor surat utang RI sedikit terkikis.
Mengacu data OTC Bloomberg, sampai tengah hari ini, mayoritas tenor SUN mencatat kenaikan tingkat imbal hasil alias yield. Kenaikan yield terutama dicatat oleh tenor 10 tahun ke atas.
SUN tenor 10Y misalnya, imbal hasilnya naik 2,9 basis poin (bps) kini di 6,753%. Sementara tenor 1Y naik 2,1 bps di 6,191%. Tenor 15Y juga naik 2 bps siang ini.





























