Logo Bloomberg Technoz

Fiskal Ketat, Menkeu Malah Investasi di 3 Lembaga Keuangan Global

Dovana Hasiana
16 June 2025 10:40

Menteri Keuangan Sri Mulyani menggelar konferensi pers di Gedung DPR RI Jakarta, Jumat (14/2/2025) (Bloomberg Technoz/Dovana Hasiana)
Menteri Keuangan Sri Mulyani menggelar konferensi pers di Gedung DPR RI Jakarta, Jumat (14/2/2025) (Bloomberg Technoz/Dovana Hasiana)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Di tengah ketatnya anggaran fiskal negara, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memutuskan untuk menambah nilai investasi pemerintah pada tiga Lembaga Keuangan Internasional (LKI), yaitu Islamic Development Bank (IsDB), International Fund for Agricultural Development (IFAD), dan International Development Association.

Hal itu sebagaimana termaktub dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 35 Tahun 2025 tentang Penambahan Investasi Pemerintah pada Lembaga Keuangan Internasional Tahun Anggaran 2025. Beleid ini diundangkan pada 13 Juni 2025.

Pada Islamic Development Bank (IsDB), pemerintah memutuskan untuk menambah nilai investasi US$101,59 juta atau setara Rp1,53 triliun berupa pembayaran tunai. Ini terdiri atas: US$5,35 juta untuk pembayaran kenaikan saham umum keempat; US$11,91 juta untuk pembayaran kenaikan saham umum keenam; dan US$84,33 juta untuk pembayaran kenaikan saham khusus.


Menyitir situs resmi, biaya kontribusi atau capital subscription Indonesia di IsDB adalah US$4,7 miliar atau 7,94% dari total. Angka tersebut di bawah Kerajaan Arab Saudi sebesar US$13,2 miliar atau 22,5% dari total dan Libya sebesar US$5,3 miliar atau 9,03% dari total.

Sementara itu, pemerintah memutuskan untuk menambah nilai investasi Rp45,3 miliar atau setara dengan US$3 juta kepada IFAD berupa pembayaran tunai untuk penambahan saham ketigabelas.