Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Terbebani Luar Dalam, Investor Banyak Menahan Diri

Tim Riset Bloomberg Technoz
04 June 2025 07:50

Karyawan menghitung uang rupiah di Jakarta, Jumat (11/10/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung uang rupiah di Jakarta, Jumat (11/10/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah sepertinya masih akan sulit untuk bangkit menguat di tengah kebangkitan lagi pamor dolar Amerika di pasar global, juga ketika arus keluar modal asing berlanjut di pasar saham domestik terbebani data kinerja dagang terakhir RI yang mengkhawatirkan.

Indeks dolar AS ditutup menguat kemarin di bursa New York pasca data pembukaan lapangan kerja di negeri itu, JOLTS Opening, menunjukkan kenaikan tak terduga yang menambahkan sinyal ketangguhan ekonomi terbesar di dunia. 

Data itu membuat animo kembali besar ke aset ekuitas AS sehingga the greenback kembali jadi buruan. Tren itu menekan mata uang lawan dolar AS seperti euro dan poundsterling.


Di pasar offshore, rupiah Non Deliverable Forward (NDF) ditutup melemah kemarin di level Rp16.360/US$. Level itu masih lebih lemah dibanding posisi penutupan rupiah spot kemarin di Rp16.290/US$.

Di pasar Asia pagi ini, pergerakan valuta bervariasi di mana ringgit dan yuan offshore beserta dolar Hong Kong tertekan di zona merah. Sedangkan baht, won serta yen, menguat tipis pagi ini ketika DXY bergerak di kisaran 99,14.