"Kami sudah berkoordinasi dengan BSSN bagaimana melakukan upaya dari sisi solusi teknologinya. Harus ada nanti skema atau mekanisme enkripsi atau maksud apa yang meyakinkan bahwa masyarakat itu tidak melakukan upaya double check," kata Wayan.
Ia menambahkan bahwa dengan solusi teknologi yang tepat, ponsel masyarakat nantinya akan mampu mengenali dan menyaring pesan-pesan berbahaya, termasuk SMS penipuan. Inisiatif ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang agar siapa pun, dalam kondisi apa pun, bisa terhindar dari serangan siber.
"Supaya, ‘oh ini penipuan, oh ini tidak’. Itu pun sudah dikenali di selulernya...Inilah solusi jangka panjang yang secara sistem juga masyarakat, siapapun, bagaimanapun kondisinya mereka terhindar dari adanya SMS tech," pungkasnya.
Komdigi siapkan 1.500 personil siaga sinyal mudik
Sebelumnya Komdigi juga menyatakan bersiaga selama periode mudik dan balik Lebaran 2025 serta Hari Raya Nyepi dalam kaitan kelancaran komunikasi. Menurut Menteri Komdigi, Meutya Hafid, pihaknya menyiapkan 1.500 personel yang akan bertugas di berbagai titik strategis.
"Kurang lebih 1.500 personel, kemudian total yang diberangkatkan kurang lebih 29 kendaraan baik itu kendaraan monitoring frekuensi maupun kendaraan yang akan mendukung layanan aduan," ucap Meutya di Komdigi.
Mereka merupakan personel gabungan baik dari pihak Komdigi dan operator seluler (opsel) yang untuk monitoring frekuensi. "Di luar kendaraan kami juga menyebarkan alat-alat monitoring frekuensi kami secara mobile. Jadi bisa dipindah-pindah di mana ada aduan turunya kualitas," ucap dia.
Posko bersama siaga telekomunikasi ini, Wayan menyebut terdapat dukungan 20 kendaraan operasional yang terdiri dari 7 mobil monitoring Komdigi, 18 mobil operator seluler, dan 4 motor Quality of Service (QoS).
Posko akan beroperasi selama 24 jam penuh mulai 26 Maret hingga 8 April 2025 di 35 lokasi strategis, termasuk Bandara Soekarno-Hatta, Pelabuhan Merak, Rest Area KM 57 dan KM 62, Stasiun Gambir, dan Stasiun Tawang, Semarang.
Komdigi sebelum menyatakan pada momentum Lebaran 2025 diprediksi akan terjadi lonjakan trafik komunikasi hingga 20% dibandingkan hari biasa, dengan momentum bersamaan dengan Hari Raya Nyepi.
(wep)































