Logo Bloomberg Technoz

Menurut keputusan awal yang diambil setelah penyelidikan otoritas perdagangan India, tarif impor ini akan berlaku selama 200 hari. Keputusan final akan diumumkan setelah 30 hari konsultasi dan dengar pendapat publik.

"Dalam pasar domestik, kami melihat banyak kapasitas baru yang muncul, jadi tarif ini akan memberikan dukungan bagi industri baja India," ujar Shankhadeep Mukherjee, analis utama CRU Group, melalui sambungan telepon dari Kolkata.

Kebijakan ini langsung berdampak pada pasar saham India. Saham produsen baja negara, Steel Authority of India Ltd, naik hingga 5% pada Rabu (19/03/2025). Tata Steel Ltd juga menguat 2,9%, sementara Jindal Steel & Power Ltd melonjak lebih dari 2%.

Situasi Kritis

Meskipun produsen baja China telah mengurangi produksinya, negara tersebut masih menghasilkan lebih banyak baja daripada yang dibutuhkan di dalam negeri. Akibatnya, ekspor baja China meningkat tajam hingga mencapai rekor tertinggi dalam sembilan tahun terakhir pada 2024.

India juga mencatat dampak dari berbagai kebijakan perdagangan global, perlambatan permintaan, serta meningkatnya kapasitas produksi baja di seluruh Asia.

"Terdapat situasi kritis di mana penundaan dalam penerapan langkah-langkah pengamanan sementara akan menyebabkan kerugian yang sulit diperbaiki," ujar Kementerian Perdagangan India. Impor baja jadi dari China meningkat 80% menjadi 1,6 juta ton dalam tujuh bulan pertama tahun 2024, menurut data pemerintah.

Produksi baja India telah berkembang pesat dalam satu dekade terakhir, meskipun pada 2023 output-nya masih sekitar 15% dari total produksi China. Sejumlah produsen baja India memiliki rencana ekspansi jangka panjang untuk mendukung urbanisasi dan industrialisasi negara itu.

Jika diterapkan, kebijakan ini akan memberikan kelegaan bagi sejumlah produsen baja yang meminta penyelidikan melalui Asosiasi Baja India. Beberapa di antaranya bahkan mendesak pemerintah untuk menerapkan tarif pengamanan selama empat tahun penuh.

(bbn)

No more pages