Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Bakal Kena Ujian, Permintaan Dolar Memuncak Bulan Depan

Ruisa Khoiriyah
17 April 2023 12:15

Pembeli di pasar menghitung uang rupiah (Bloomberg)
Pembeli di pasar menghitung uang rupiah (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terus unjuk gigi didukung oleh animo pemodal asing yang terus membanjiri pasar obligasi domestik sejak awal tahun. Bahkan mata uang Garuda diprediksi bisa menembus Rp 14.000 per dolar AS, dalam beberapa bulan ke depan.

Namun, keberlanjutan penguatan nilai tukar rupiah akan mendapatkan ujian penting bulan depan ketika permintaan terhadap dolar AS di pasar memuncak.

“Terlalu prematur mendeklarasikan kemenangan bagi rupiah saat ini karena ujian sebenarnya bagi kekuatan nilai tukar rupiah akan datang pada Mei nanti saat permintaan terhadap dolar AS akan naik tajam dari impor, pembayaran dividen dan pembayaran utang dolar AS,” kata Satria Sambijantoro, Ekonom Bahana Sekuritas, dalam catatan analisis yang diterima Bloomberg Technoz, Senin pagi (17/4/2023).

Satria memberi perincian, pada Mei ada sekitar US$ 4,5 miliar utang luar negeri Indonesia yang jatuh tempo. Angka itu setara dengan Rp 66,47 triliun (asumsi kurs Rp 14.771/US$). 

Adapun kebutuhan dividen dari 12 perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia diperkirakan mencapai Rp 140 triliun tahun ini, naik 20% dari tahun lalu sebesar Rp 121,8 triliun. Di saat yang sama, kebutuhan impor minyak dan gas oleh PT Pertamina (Persero) dan pembelian valasnya sekitar US$ 2,5 miliar - US$ 3 miliar sebulan.