Logo Bloomberg Technoz

Sri Mulyani Akui Ekonomi di Era Jokowi Penuh Tantangan

Redaksi
14 May 2024 08:20

Menteri keuangan, Sri Mulyani selama pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G-20 di Bengaluru, India. (Samyukta Lakshmi/Bloomberg)
Menteri keuangan, Sri Mulyani selama pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G-20 di Bengaluru, India. (Samyukta Lakshmi/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui dinamika ekonomi Indonesia pada 10 tahun terakhir, atau ketika masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadapi banyak tantangan. Namun kebijakan fiskal mampu menjadi peredam guncangan.

Hal itu disampaikan Sri Mulyani saat mengisi acara bertema 'Percakapan di Asia House' yang diselenggarakan Asia House di London, Inggris.

Bendahara Negara menyebutkan ekonomi Indonesia dipengaruhi oleh sejumlah tantangan, baik dari dalam maupun luar negeri, di antaranya guncangan geopolitik, pandemi Covid-19, volatilitas harga komoditas, kondisi 'higher for longer', ancaman perubahan iklim, tren demografi hingga hingga tantangan dan peluang yang dihadapi dalam era teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan.

"Namun, bagaimana kebijakan fiskal atau APBN (anggaran penerimaan dan belanja negara) dan keuangan Nnegara terus menjaga pertumbuhan ekonomi, menciptakan kesempatan kerja, menurunkan kemiskinan, sekaligus juga sebagai shock absorber dalam menjaga stabilitas dan melindungi rakyat dan perekonomian," ujar Sri Mulyani dikutip dari laman resmi media sosial, Selasa (13/5/2024). 

Menurut dia, APBN dan alat fiskal seperti insentif dan kebijakan pendukung lain juga sangat penting untuk mendukung transformasi ekonomi menuju energi hijau dan hilirisasi mineral strategis. Hal ini gina menciptakan nilai tambah dalam perekonomian dan membuat Indonesia memiliki posisi makin strategis di dunia, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.