Logo Bloomberg Technoz

Teknologi Mendaur Ulang Bateri Mobil Listrik Makin Canggih

News
26 April 2024 18:30

Perangkat Pendaur Ulang Baterai Milik Redwood Materials, Berisi Foil Tembaga.
Perangkat Pendaur Ulang Baterai Milik Redwood Materials, Berisi Foil Tembaga.

Tom Randall—Bloomberg News

Bloomberg, Membuat baterai untuk kendaraan listrik biasanya membutuhkan penambangan ratusan pon mineral yang sulit diekstraksi. Hal ini menyoroti dampak buruk baterai terhadap lingkungan, setidaknya pada fase awal.  Namun, kemajuan terbaru dalam daur ulang baterai, termasuk oleh pendaur ulang baterai terkemuka di Amerika Serikat, Redwood Materials, mengurangi jejak karbon kendaraan listrik (EV).

Metode tradisional untuk mencabut material dari tanah dan memurnikannya guna kemasan baterai membutuhkan energi sangat besar. Akibatnya, jejak karbon awal mobil listrik lebih tinggi daripada kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) yang sebanding.

Emisi di awal tersebut akan terbayar kembali seiring berjalannya waktu dengan efisiensi motor listrik yang unggul, mengarah pada pengurangan total emisi sebesar 70% selama masa pakai kendaraan.

Di AS, dibutuhkan sekitar 41.000 kilometer berkendara untuk mencapai titik impas, menurut analisis BloombergNEF. Namun, angka BEP modal tersebut mengasumsikan bahwa setiap mobil listrik dibuat dengan lithium, nikel, dan kobalt yang baru ditambang—seolah-olah semua bahan tersebut akan berakhir di tempat pembuangan sampah di akhir masa pakai kendaraan.

Grafik perbandingan pengurangan jejak karbon kendaraan listrik (EV) dibandingkan mobil BBM atau mesin pembakaran internal (ICU).