Logo Bloomberg Technoz

Pernyataan Prabowo hari ini belum cukup memberikan kejelasan itu bagi investor. Rupiah yang dari pagi melemah, tetap tak beranjak dengan rentang pergerakan di kisaran Rp15.751/US$ sampai siang ini. Sedangkan tingkat imbal hasil alias yield Surat Utang Negara (SUN/INDOGB) mayoritas tenor mencatat kenaikan, indikasi tekanan jual tengah berlangsung. 

Yield INDOGB 15Y bahkan naik 2,8 bps. Sementara tenor pendek INDOGB 2Y terpangkas 4 bps ke 6,17%. Adapun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergerus melemah 0,29% pada penutupan sesi 1 hari ini.

Favorit asing

Surat utang RI sebenarnya menjadi salah satu pilihan favorit para pengelola dana global untuk penempatan investasi menilik yield yang menarik dan potensi kenaikan harga di masa mendatang.

Surat utang terbitan Indonesia berpeluang mencetak kenaikan harga terutama bila bunga acuan BI Rate mulai dipangkas begitu pergerakan bunga global berbalik turun. Hal yang diprediksi baru akan terjadi pada semester II tahun ini.

Ashmore Group Plc, pengelola dana global yang berpusat di London, Inggris, menilai, tingkat bunga acuan disesuaikan dengan inflasi (adjusted policy rate) Indonesia saat ini ada di 3,25%, menjadi yang tertinggi di Asia setelah Filipina dan Thailand, membawa BI memiliki ruang memadai untuk memangkas bunga acuan demi mendorong pertumbuhan ekonomi. 

Surat utang Indonesia masih memberikan return lebih baik dibanding surat utang negara Asia lain (Bloomberg)

Selain itu, defisit fiskal Indonesia yang sempat menyentuh level terendah dalam 12 tahun terakhir juga memberikan daya tarik lebih besar bagi surat utang terbitan pemerintah RI.

Sementara Fidelity International memandang, ada potensi carry-trade bagi kurva imbal hasil yang mendatar. Sedangkan Abrdn, pengelola dana di Singapura, menggarisbawahi pengelolaan keuangan pemerintah yang sehat menjadi alasan terbaik untuk mengoleksi surat utang negara RI saat ini. 

"Agak sulit mengabaikan pasar obligasi seperti Indonesia. Surat utang Indonesia sepertinya akan mencatat kinerja melampaui surat utang lain di kawasan," kata Jerome Tay, manajer investasi di Abdrn Singapura, seperti dilansir oleh Bloomberg News, Senin (4/3/2024).

Dengan animo yang sejatinya besar, begitu ada kejelasan arah kebijakan perekonomian yang diusung oleh pemerintahan baru kelak, arus dana asing kemungkinan masuk cukup deras. 

Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto dalam acara Mandiri Investment Forum yang digelar hari ini, menyatakan akan memastikan pengelolaan keuangan negara akan dijalankan secara hati-hati dan mempertahankan stabilitas perekonomian bila kelak resmi menjabat.

Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto saat debat kelima di JCC, Jakarta, Minggu (4/2/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Prabowo menyatakan, Indonesia mengincar pertumbuhan 8% dalam lima tahun ke depan, disokong oleh penerimaan pendapatan pajak lebih tinggi dan disiplin fiskal.

Prabowo menyebut, ia akan mengejar kenaikan target pendapatan pajak ke angka 14%-16% dari Produk Domestik Bruto (PDB) melalui perluasan basis pembayar pajak dan tidak berarti menaikkan tarif pajak. 

"Neraca dagang kita telah tercatat positif dalam lima tahun. Cadangan devisa kita juga sangat sehat dan harus lebih baik ke depan," kata Prabowo di hadapan hadirin di forum termasuk para duta besar dan komunitas bisnis. "Kami akan mempertahankan yang ada saat ini, kami terbukti berhati-hati," lanjut Prabowo.

Prabowo kemungkinan besar menjadi presiden Indonesia berikut setelah meraup hampir 60% suara berdasarkan hasil hitung cepat meski deklarasi resmi baru akan digelar oleh Komisi Pemilihan Umum pada 20 Maret nanti.

Pernyataan Prabowo hari ini menjadi pidato publik pertamanya setelah 14 Februari. Pernyataan Prabowo hari ini dapat dilihat sebagai upayanya menepis kekhawatiran investor atas rencana kebijakannya kelak dan memberikan gambaran sekilas tentang apa yang akan terjadi bila kelak ia resmi memerintah.

Pasar keuangan belakangan ini kian mengkhawatirkan terjadinya pergeseran pengelolaan fiskal dari prinsip kehati-hatian yang selama ini dijaga, menyusul kemunculan program-program populis yang membutuhkan anggaran besar dan dapat melebarkan defisit mendekati 3% pada tahun pertama pemerintahan baru.

Program makan siang gratis yang digadang Prabowo diperkirakan membutuhkan dana Rp450 triliun per tahun di mana pada tahun pertama akan dianggarkan sekitar Rp120 triliun untuk memberi makan gratis pada 80-an anak sekolah.

(rui)

No more pages