REAL COUNT PILPRES 2024

Diperbarui: 23 Feb 2024 | 20:00 WIB

KOMISI PEMILIHAN UMUM

Data Masuk: 75.26%

01. Anies - Muhaimin

24.06%

02. Prabowo - Gibran

58.89%

03. Ganjar - Mahfud

17.05%

QUICK COUNT PILPRES 2024

01. Anies - Muhaimin
25.21%
02. Prabowo - Gibran
58.06%
03. Ganjar - Mahfud
16.73%

Data Masuk: 99.9%

01. Anies - Muhaimin
25.13%
02. Prabowo - Gibran
58.51%
03. Ganjar - Mahfud
16.36%

Data Masuk: 100%

01. Anies - Muhaimin
25.06%
02. Prabowo - Gibran
59.08%
03. Ganjar - Mahfud
15.86%

Data Masuk: 100%

Disclaimer: Bloomberg Technoz bekerja sama dengan beberapa lembaga survei untuk menampilkan hasil hitung cepat atau quick count. Lembaga-lembaga tersebut sah secara hukum dan aturan berdasarkan Keputusan KPU No.1035/2023 tentang Pedoman Teknis Pendaftaran Lembaga Survei atau Jajak Pendapat dan Penghitungan Cepat Hasil Pemilu Tahun 2024. Namun, Bloomberg Technoz maupun Bloomberg Media tidak bertanggung jawab atas validasi data serta hasil hitung cepat dari lembaga survei tersebut.

Logo Bloomberg Technoz

Bapanas Tak Akan Naikkan HET Beras, Peritel Diminta Tekan Margin

Dovana Hasiana
13 February 2024 10:10

Penjualan beras di supermarket. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Penjualan beras di supermarket. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan pemerintah belum akan menyesuaikan harga eceran tertinggi (HET) beras dalam waktu dekat, kendati besaran saat ini dinilai sudah tidak relevan dengan perkembangan harga gabah dan beras dari hulu ke hilir.

Alih-alih, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mendorong peritel melalui Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Modern Indonesia (Aprindo) Roy N. Mandey untuk secara sukarela menurunkan margin atau tingkat selisih antara biaya produksi dan harga jual di pasar untuk sementara waktu.  

“Pak Roy saya minta 1—2 bulan untuk turunkan harga margin juga untuk [kepantingan] Merah Putih. Semua punya margin, margin dikurangi tetapi tidak rugi boleh kan,” ujar Arief saat ditemui di Kantor Food Station, Jakarta Timur, Senin (12/2/2024).

Arief menyebut harga beras yang melambung saat ini disebabkan adanya permasalahan dalam produksi, bukan pada HET. Arief sebelumnya juga melaporkan Indonesia tengah mengalami defisit produksi beras sebanyak 2,8 juta ton pada periode Januari hingga Februari 2024.

Dengan demikian, pemerintah mendorong adanya perbaikan tata kelola produksi beras ketimbang melakukan revisi terhadap HET. Bila HET diubah, kata Arief, hal itu bakal menimbulkan efek domino kepada aspek lainnya. Terlebih, saat ini Indonesia memang tengah berhadapan dengan kondisi defisit. 

Pedagang membungkus beras di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Kamis (23/2/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)