Logo Bloomberg Technoz

Ingin Ikut Deklarasi, Mahfud MD Sebut Ada Guru Besar Diteror

Redaksi
06 February 2024 13:30

Guru Besar Hukum UI Harkristuti Harkrisnowo usai pembacaan deklarasi civitas UI soal Pemilu 2024. (Tangkapan layar Youtube KBA Talks)
Guru Besar Hukum UI Harkristuti Harkrisnowo usai pembacaan deklarasi civitas UI soal Pemilu 2024. (Tangkapan layar Youtube KBA Talks)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 03, Mohammad Mahfud MD mengklaim mendapat informasi dan cerita tentang adanya intimidasi terhadap beberapa guru besar di sejumlah universitas atau perguruan tinggi. Hal ini terjadi jelang para profesor dan dosen tersebut ingin ikut dalam deklarasi atau petisi terhadap pemerintah.

"Tidak boleh guru besar ingin menyampaikan pandangannya kemudian diteror. Dioperasi, dengan operasi-operasi lain untuk menakuti guru besar yang mau menyatakan pendapatnya. Tidak boleh," kata Mahfud dalam rekaman acara Tabrak Prof, Senin (5/1/2024).

Pemerintah dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memang sedang menuai banyak kritik dari lingkungan akademik. Lebih dari 30 civitas academica sudah membacakan petisi atau pun deklarasi sikap terhadap bobroknya demokrasi menjelang pemungutan suara Pemilu 2024.

Jokowi dan pemerintah dituding tak netral dalam perhelatan kontestasi politik tersebut. Mereka disebut telah menggunakan institusi dan sumber daya negara untuk memenangkan salah satu calon. Hal ini merujuk pada putera sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka yang menjadi cawapres nomor urut 02. 

Aksi ini berawal dari civitas academica Universitas Gajah Mada (UGM) melalui Petisi Bulaksumur, Rabu (31/1/2024). Sejumlah kampus kemudian turut memberikan pernyataan sikap seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Andalas, Institut Pertanian Bogor, Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, dan 30an perguruan tinggi lainnya.

Ganjar Mahfud Debat Capres ke-5 (YouTube/KPU RI)