Logo Bloomberg Technoz

Sementara transaksi uang elektronik mencapai Rp 786,35 triliun pada 2021. Nilai tersebut meningkat Rp 281,39 triliun (55,73%) dibandingkan tahun sebelumnya yakni Rp 504,96 triliun.

Jahja mengatakan, sekitar 8 tahun lalu banyak yang beranggapan bahwa bank-bank digital akan bisa menggeser bank-bank konvensional. Namun hingga saat ini hal tersebut nyatanya tidak demikian. Apalagi bank konvensional juga turut mengembangkan digitalisasi sehingga bisa bersaing.

Dia lalu memberi contoh satu bank digital yang berhasil di Korea yakni Kakao Bank. Mereka menyediakan Kakao Chat, layanan ride hailing, pengiriman barang juga transfer antar-member.

"Saya lihat digital bank di Indonesia sorry to say belum ada yang seperti itu. Palingan hanya connect di satu atau dua, itu enggak cukup, harus betul-betul terhubung seluruh platform digital baru. Namanya bisnis siapa yang lebih dahulu antisipasi maka dia yang akan memenangkan permainan," tutupnya.

Bank BCA (Dimas Ardian/Bloomberg)

Jahja diketahui menjabat sebaga presiden direktur BCA lebih satu dekade. Sebagai bankir yang sudah banyak makan asam garam, terbukti ia mampu melalui sejumlah krisis mulai dari krisis moneter 1998, krisis keuangan global hingga yang terakhir krisis akibat pandemi Covid-19.

Kalau mau lihat profitable atau tidak, bukan jumlah rekeningnya yang dilihat tapi aktivitas dari rekening itu

Jahja Setiaatmadja

Meski sempat mencatatkan penurunan penyaluran kredit di awal pandemi, kinerja BCA yakni bank milik Grup Djarum tersebut mampu mempertahankan stabilitasnya. Pertumbuhan aset melesat hingga 30% dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Laba yang dicetak sempat menyentuh Rp 31 triliun pada awal pandemi. Bank BCA tercatat sebagai perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di bursa Tanah Air dengan nilai mencapai Rp 1,034 triliun per Rabu (8/3/2023).

(ezr)

No more pages