Logo Bloomberg Technoz

Potret Banjir di Brasil: 75 Orang Meninggal &103 Hilang

News
06 May 2024 16:31

Warga dibantu relawan melewati banjir di Canoas, Rio Grande do Sul, Brasil, Minggu (5/5/2024). (Carlos Macedo/Bloomberg)

Warga dibantu relawan melewati banjir di Canoas, Rio Grande do Sul, Brasil, Minggu (5/5/2024). (Carlos Macedo/Bloomberg)

Hujan lebat di negara bagian Rio Grande do Sul menyebabkan sungai-sungai utama meluap. (Carlos Macedo/Bloomberg)

Hujan lebat di negara bagian Rio Grande do Sul menyebabkan sungai-sungai utama meluap. (Carlos Macedo/Bloomberg)

Banjir meninggalkan dampak kehancuran, termasuk tanah longsor, jalan rusak, dan jembatan runtuh di seluruh negara bagian. (Carlos Macedo/Bloomberg)

Banjir meninggalkan dampak kehancuran, termasuk tanah longsor, jalan rusak, dan jembatan runtuh di seluruh negara bagian. (Carlos Macedo/Bloomberg)

Operator melaporkan pemadaman listrik dan komunikasi. (Carlos Macedo/Bloomberg)

Operator melaporkan pemadaman listrik dan komunikasi. (Carlos Macedo/Bloomberg)

Lebih dari 800.000 orang hidup tanpa pasokan air. (Carlos Macedo/Bloomberg)

Lebih dari 800.000 orang hidup tanpa pasokan air. (Carlos Macedo/Bloomberg)

Curah hujan yang besar, yang memicu banjir tersebut, memaksa 88.000 orang di lebih dari 330 kota harus mengungsi. (Carlos Macedo/Bloomberg)

Curah hujan yang besar, yang memicu banjir tersebut, memaksa 88.000 orang di lebih dari 330 kota harus mengungsi. (Carlos Macedo/Bloomberg)

Setidaknya 75 orang telah meninggal dan 103 orang hilang, menurut laporan resmi terbaru. (Carlos Macedo/Bloomberg)

Setidaknya 75 orang telah meninggal dan 103 orang hilang, menurut laporan resmi terbaru. (Carlos Macedo/Bloomberg)

Kejadian ini merupakan gelombang cuaca ekstrem keempat di Rio Grande do Sul dalam kurun waktu kurang satu tahun. (Carlos Macedo/Bloomberg)

Kejadian ini merupakan gelombang cuaca ekstrem keempat di Rio Grande do Sul dalam kurun waktu kurang satu tahun. (Carlos Macedo/Bloomberg)

Warga dibantu relawan melewati banjir di Canoas, Rio Grande do Sul, Brasil, Minggu (5/5/2024). (Carlos Macedo/Bloomberg)
Hujan lebat di negara bagian Rio Grande do Sul menyebabkan sungai-sungai utama meluap. (Carlos Macedo/Bloomberg)
Banjir meninggalkan dampak kehancuran, termasuk tanah longsor, jalan rusak, dan jembatan runtuh di seluruh negara bagian. (Carlos Macedo/Bloomberg)
Operator melaporkan pemadaman listrik dan komunikasi. (Carlos Macedo/Bloomberg)
Lebih dari 800.000 orang hidup tanpa pasokan air. (Carlos Macedo/Bloomberg)
Curah hujan yang besar, yang memicu banjir tersebut, memaksa 88.000 orang di lebih dari 330 kota harus mengungsi. (Carlos Macedo/Bloomberg)
Setidaknya 75 orang telah meninggal dan 103 orang hilang, menurut laporan resmi terbaru. (Carlos Macedo/Bloomberg)
Kejadian ini merupakan gelombang cuaca ekstrem keempat di Rio Grande do Sul dalam kurun waktu kurang satu tahun. (Carlos Macedo/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Hujan lebat di negara bagian Rio Grande do Sul menyebabkan sungai-sungai utama meluap. Curah hujan yang besar, yang memicu banjir tersebut, memaksa 88.000 orang di lebih dari 330 kota harus mengungsi.

Beberapa daerah di Porto Alegre, kota terpadat di wilayah tersebut, terendam air sementara bandara internasionalnya mengumumkan pada malam Jumat bahwa akan ditutup untuk jangka waktu yang belum ditentukan. Setidaknya 75 orang telah meninggal dan 103 orang hilang, menurut laporan resmi terbaru.

Banjir meninggalkan dampak kehancuran, termasuk tanah longsor, jalan rusak, dan jembatan runtuh di seluruh negara bagian. Operator melaporkan pemadaman listrik dan komunikasi. Lebih dari 800.000 orang hidup tanpa pasokan air, menurut Badan Pertahanan Sipil, yang mengutip data dari perusahaan air Corsan.

Kejadian ini merupakan gelombang cuaca ekstrem keempat yang dialami oleh Rio Grande do Sul dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Para ahli menyatakan banjir ini adalah yang terburuk dalam 80 tahun, melampaui banjir pada tahun 1941, ketika hujan terus menerus selama lebih dari 30 hari berturut-turut.

(bbn)