Logo Bloomberg Technoz

BPDPKS Respons Tudingan Petani Sawit Soal Pro Pengusaha

Rezha Hadyan
10 February 2023 09:14

Ilustrasi kebun sawit. (Joshua Lott/Bloomberg)
Ilustrasi kebun sawit. (Joshua Lott/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) membantah tudingan Serikat Petani Sawit (SPKS) yang menyebut program Biodiesel B35 menguntungkan korporasi raksasa minyak kelapa sawit.

Direktur Utama BPDPKS Eddy Abdurrachman menegaskan bahwa pemberian subsidi selisih harga indeks pasar (HIP) Biodiesel B35 dan solar dengan pungutan ekspor kepada pelaku usaha minyak kelapa sawit adalah hal yang berbeda. Subsidi diberikan untuk menjaga harga bahan bakar tersebut tetap terjangkau oleh masyarakat.

"Tidak ada kaitannya antara pungutan ekspor dengan produksi ini. Itu berdiri sendiri-sendiri. Saya tekankan berdiri sendiri-sendiri. Banyak perusahaan biodiesel yang bukan eksportir," kata Eddy ketika ditemui di Hotel Mandarin Oriental Hotel, Jakarta Pusat, Kamis (9/2/2023).

Pada kesempatan yang sama, Eddy juga membantah tudingan SPKS yang menyatakan bahwa Komite Pengarah BPDPKS disetir oleh korporasi raksasa minyak kelapa sawit. Menurutnya, pengusaha maupun petani tidak punya kekuasaan sama sekali di komite tersebut.

SPKS sebelumnya menyebut empat nama pengusaha sawit secara spesifik, yakni Freddy Widjaja, TP Rachmat, Martias Fangiono, dan Martua Sitorus punya pengaruh besar di Komite Pengarah BPDPKS.