Logo Bloomberg Technoz

Asosiasi Tekstil Respons soal Tudingan Penyumbang Polusi Jakarta

Krizia Putri Kinanti
01 September 2023 17:30

Polusi udara Jakarta. (Sumber: Septiana Ledysia/Bloomberg Technoz)
Polusi udara Jakarta. (Sumber: Septiana Ledysia/Bloomberg Technoz)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa Sastraatmadja menolak dinilai industri tekstil menyumbang polusi Jakarta.

"Mengenai polusi ini menjadi tanggung jawab bersama ya, rata rata contohnya di industri tekstil yang menggunakan energi batu bara kebanyakan untuk menjalankan boiler untuk menghasilkan steam. Rata-rata di equipment-nya sudah ada white scrubber untuk menurunkan polusinya," ujarnya pada acara API di Jakarta, Jumat (1/9/2023).

Adapun, beberapa waktu yang lalu Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) mengatakan bahwa terdapat setidaknya 11 badan usaha yang terkena sanksi administratif, hasil dari polusi udara akut yang terjadi di DKI Jakarta. 11 badan usaha tersebut diantaranya bergerak disektor stok pile batu bara (penyimpanan batu bara), peleburan logam, pabrik kertas dan pabrik areng.

"Saya pikir industri yg menggunakan batu bara cukup banyak bukan hanya tekstil saja dan industri tekstil cukup panjang dari hulu dan hilir. Banyak yang menggunakan batu bara itu hanya di industri pencelupan itu hanya sebagian kecil dari satu mata rantai proses produksinya," tuturnya.

Sebagai informasi, kondisi udara Jakarta masih buruk dan berbahaya bagi kesehatan. Artinya masyarakat Kota Jakarta masih harus waspada bila beraktivitas di luar ruangan. Tak jauh berbeda dengan Kamis (31/8/2023), polusi udara Jakarta pada awal September ini yakni Jumat (1/9/2023) masih di level berbahaya yakni 171 AQI US terpanta melalui website iqair.com pada pukul 08.50 WIB.

Baca Juga