Logo Bloomberg Technoz

Netanyahu Unggul Tipis, Hasil Pemilu Israel Masih Menggantung

News
29 October 2026 06:20

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Dok: Bloomberg)
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Dok: Bloomberg)

Dan Williams, Galit Altstein dan Shira Rubin - Bloomberg News

Bloomberg, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu unggul tipis dari pemimpin oposisi Gadi Eisenkot dalam pemilu yang berlangsung sangat ketat, meski lonjakan suara partai Arab memastikan belum ada satu pun kubu yang memiliki jalan mulus untuk membentuk pemerintahan.

Aliansi sayap kanan religius pimpinan Netanyahu diproyeksikan memenangi 53 kursi di parlemen (Knesset) yang beranggotakan 120 orang pada Rabu (28/10) sore. Sementara itu, blok Eisenkot hanya meraup 48 kursi, di bawah ekspektasi awal. Proyeksi ini muncul setelah hampir 93% suara selesai dihitung. Di sisi lain, dua partai Arab Israel nyaris melipatgandakan proyeksi kursi mereka menjadi 19, sehingga berpotensi menjadi penentu dalam negosiasi untuk mengamankan mayoritas parlemen.


Baik Netanyahu maupun Eisenkot sama-sama menyuarakan keyakinan bahwa mereka akan menjadi pemimpin berikutnya. Namun, butuh beberapa hari sebelum Presiden Isaac Herzog menunjuk siapa yang berhak mendapat mandat untuk merakit koalisi pemerintahan baru. Jika tidak ada yang berhasil, pemilu ulang bisa saja digelar dalam beberapa bulan ke depan.

Aset-aset Israel melemah secara menyeluruh di tengah ketidakpastian pemilu. Nilai tukar shekel terdepresiasi sekitar 2% terhadap dolar AS—penurunan terdalam sejak Juni—setelah sempat melonjak tajam pada hari pemungutan suara. Indeks saham acuan di Tel Aviv juga anjlok 5%, sementara obligasi dolar Israel mencatatkan kinerja di bawah rata-rata negara berkembang (emerging market) lainnya.