Logo Bloomberg Technoz

Meski jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) terbatas dan pertumbuhan ekonomi tetap kuat, keuangan rumah tangga semakin tertekan karena harga-harga naik lebih cepat daripada upah. Kemenangan telak Partai Demokrat dalam pemilihan paruh waktu mencerminkan kekecewaan mendalam para pemilih terhadap kondisi ekonomi, terutama tingginya harga pangan, bensin, dan perumahan.

Ekspektasi inflasi untuk satu tahun ke depan membaik, tetapi masih berada pada level tinggi. Konsumen memperkirakan harga-harga akan naik 4,3% dalam 12 bulan mendatang, terendah dalam tiga bulan terakhir. Mereka juga memperkirakan biaya akan meningkat dengan laju tahunan 3,4% dalam lima hingga 10 tahun ke depan, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.

Selain kekhawatiran terhadap inflasi, “komentar konsumen menunjukkan meningkatnya kecemasan terhadap kemungkinan terbentuknya gelembung di sektor kecerdasan buatan (AI),” kata Direktur Survei Joanne Hsu dalam sebuah pernyataan.

“Keuangan pribadi konsumen dengan portofolio saham terbesar turun 12% pada bulan ini ke level terendah sejak April. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh gejolak nilai saham dalam beberapa pekan terakhir, sementara kelompok dengan tingkat kekayaan lainnya mencatatkan sedikit perbaikan,” tambahnya.

Indikator kondisi keuangan pribadi saat ini naik ke level tertinggi dalam empat bulan pada November. Sementara itu, pandangan warga AS mengenai kondisi pembelian barang tahan lama pulih dari rekor terendah.

Indikator kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi ke depan sama-sama meningkat ke level tertinggi sejak Agustus. Data terpisah yang dirilis pada Jumat menunjukkan perusahaan-perusahaan AS menambah 165.000 lapangan kerja pada Oktober, melampaui seluruh perkiraan. Tingkat pengangguran juga sedikit menurun.

(bbn)

No more pages