"Jadi ada memang namanya investasi ada lagging impact ke dalam riil sektor ekonomi. Kalau misalnya eksekusi risikonya berhasil dimitigasi dan ini berhasil, rate-nya tinggi, maka dampaknya akan terjadi seperti itu. Tapi kalau itu eksekusi risikonya ternyata tidak terlaksana [baik] maka transmisi dia ke tenaga kerja itu akan relatif terbatas," ujarnya.
Di sisi lain, Irman menilai pertumbuhan ekonomi kuartal III-2026 juga lebih banyak didorong oleh perbaikan kinerja ekspor. Pertumbuhan mitra dagang utama Indonesia, seperti Amerika Serikat dan China, yang berada di atas ekspektasi turut mendorong ekspor nasional.
Kondisi tersebut membuat kontribusi ekspor neto menjadi pendorong utama akselerasi pertumbuhan.
Sementara itu, sejumlah komponen permintaan domestik, seperti konsumsi rumah tangga, investasi, dan konsumsi pemerintah masih menopang perekonomian, tetapi kontribusinya terhadap percepatan pertumbuhan cenderung menurun.
Irman menambahkan, perbaikan ekspor juga tidak langsung meningkatkan konsumsi masyarakat. Sebab, kenaikan penerimaan dari ekspor membutuhkan waktu sebelum mengalir ke pendapatan pekerja dan kemudian dibelanjakan untuk konsumsi.
Bank Danamon memperkirakan dampak perbaikan ekspor terhadap konsumsi rumah tangga baru akan terasa lebih penuh sekitar dua kuartal berikutnya. Sehingga, konsumsi rumah tangga pada semester I-2027 diperkirakan membaik.
Meski demikian, kondisi konsumen saat ini masih relatif berhati-hati dalam membelanjakan pendapatan di tengah ketidakpastian ekonomi.
Irman mencatat indeks penghasilan saat ini yang dirilis Bank Indonesia (BI) sempat turun 2,9% secara tahunan pada kuartal II-2026, sebelum berbalik naik 6,4% pada kuartal III-2026. Perbaikan tersebut menunjukkan pendapatan masyarakat mulai pulih, meski belum merata secara signifikan.
Berdasarkan kondisi tersebut, Bank Danamon merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada paruh kedua 2026 menjadi 5,35%, dari perkiraan sebelumnya sebesar 5%. Untuk keseluruhan 2026, Danamon memperkirakan ekonomi tumbuh 5,2%.
Sementara itu, proyeksi pertumbuhan ekonomi 2027 dinaikkan menjadi 5,26% dari sebelumnya 5,1%.
"Artinya ini masih menjadi PR kita kalau kita mau sustain growth-nya di tahun ini dan tahun depan, itu yang domestiknya juga harus improve," pungkasnya.
(roy)




























