Logo Bloomberg Technoz

Apa Bedanya Saham, Obligasi, dan Reksa Dana?

Referensi
30 October 2026 07:43

Pelajar mempelajari tentang pasar modal di galeri investasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (21/10/2024) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pelajar mempelajari tentang pasar modal di galeri investasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (21/10/2024) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ketertarikan masyarakat Indonesia terhadap investasi di pasar modal terus berkembang. Pertumbuhan ekonomi, akses informasi yang semakin luas, dan kemajuan teknologi membuat masyarakat lebih mudah mengenal berbagai pilihan investasi. Kondisi ini juga menunjukkan meningkatnya perhatian masyarakat terhadap pengelolaan keuangan melalui investasi.

Pasar modal menjadi tempat bertemunya investor dengan perusahaan atau pemerintah yang membutuhkan dana. Di dalamnya, ada berbagai instrumen yang bisa dipilih sesuai kebutuhan, termasuk saham, obligasi, dan reksa dana. Ketiganya cukup populer di kalangan investor ritel, tetapi memiliki cara kerja, peluang keuntungan, dan risiko yang berbeda. Memahami perbedaan tersebut dapat membantu investor menentukan pilihan sesuai profil risiko dan tujuan investasinya.

Apa Bedanya Saham, Obligasi, dan Reksa Dana?

1. Saham

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Saham adalah instrumen yang menunjukkan kepemilikan investor atas suatu perusahaan. Kepemilikan ini memberikan peluang untuk memperoleh keuntungan dari dividen yang dibagikan perusahaan maupun kenaikan harga saham saat dijual, yang dikenal sebagai capital gain.


Potensi keuntungan saham dapat cukup tinggi, dan transaksi jual belinya bisa dilakukan pada hari perdagangan bursa. Namun, harga saham juga bisa berubah-ubah mengikuti kondisi pasar. Jika harganya turun, investor berisiko mengalami kerugian atau kehilangan sebagian modal yang diinvestasikan.

Risiko saham tidak hanya berkaitan dengan perubahan harga. Investor juga perlu memperhatikan kemungkinan saham sulit diperjualbelikan, perdagangan dihentikan sementara, hingga risiko ketika perusahaan dibubarkan.

2. Reksa Dana

Ilustrasi investasi pada reksa dana saham. (Dok Bloomberg)