Logo Bloomberg Technoz

Saham Tesla Inc. dan SpaceX masing-masing terkoreksi setidaknya 9%.

Aksi jual di Wall Street dengan cepat menghapus kenaikan yang terjadi pada hari Rabu—saat kemenangan Partai Demokrat di Kongres sempat memicu penurunan tajam harga minyak, di tengah ekspektasi bahwa hasil pemilu akan mempercepat berakhirnya konflik yang melibatkan Iran. 

Namun, bahkan ketika indeks saham utama melonjak pada sesi tersebut, tanda-tanda kekhawatiran terhadap sektor AI sudah mulai terlihat.

Menurut Michael O’Rourke dari JonesTrading, perlambatan di sektor pusat data (data center) akibat pergeseran politik akan benar-benar terjadi. Estimasi laba yang mendasari valuasi—yang selama ini menjadi landasan argumen optimistis (bullish)—kini tidak lagi valid.

"Investor tidak tahu di angka berapa estimasi tersebut akan ditetapkan kembali," ujarnya. "Akibatnya, mereka memilih untuk mengurangi risiko sampai ada kejelasan, yang mungkin tidak akan terjadi dalam waktu dekat."

Pergeseran portofolio ke sektor defensif berkembang menjadi aksi jual massal di pasar ekuitas, disertai dengan lonjakan indikator volatilitas. 

Harga Bitcoin pun merosot. Dalam upaya mencari aset yang lebih aman, harga obligasi justru naik meskipun harga minyak meningkat. 

Berkurangnya antusiasme terhadap investasi dalam pengembangan infrastruktur AI mendorong investor untuk memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve.

Michael Burry, sosok yang dikenal karena memprediksi kejatuhan pasar perumahan AS, menyatakan bahwa ia telah menjual 25% dari posisi opsi jual (put options) yang dimilikinya pada VanEck Semiconductor ETF (VanEck SMH ETF),dana investasi senilai US$58 miliar—di tengah kemerosotan tajam saham teknologi AS. 

"Meskipun sebagian telah dijual, posisi opsi jual pada SMH tersebut tetap menjadi posisi yang sangat besar," tulisnya. 

Menurut David Bahnsen dari The Bahnsen Group, peristiwa hari Kamis merupakan dampak dari euforia dan sensasi (hype) yang menjadi pendorong kenaikan harga saham, alih-alih didasarkan pada fundamental. 

Ia menambahkan, aksi jual besar-besaran ini juga menjadi pengingat penting bahwa indeks S&P 500 “terlalu terkonsentrasi” pada saham-saham sektor teknologi.

Jakub Rochlitz dari eToro mencatat bahwa situasi ini berbeda dengan aksi jual pada umumnya karena tidak terlihat adanya pemulihan setelah penurunan tajam; contohnya, saham Intel Corp. justru terus merosot minggu ini setelah anjlok hampir 30% pada hari Jumat. 

Selain itu, terdapat korelasi yang semakin kuat antar-sektor serta peningkatan volatilitas, yang menandakan bahwa aksi jual ini telah meluas ke seluruh pasar.

(bbn)

No more pages