Pada September 2026, jumlah investor pasar modal bertambah sebanyak 1,03 juta menjadi 32,17 juta investor atau tumbuh 57,96% secara year-to-date.
Dengan demikian, penambahan investor pada Oktober meningkat dibandingkan capaian September, meskipun pasar saham domestik menghadapi tekanan jual yang cukup besar.
Dalam paparan yang sama, Hasan mengungkapkan IHSG ditutup di level 5.057,05 pada akhir Oktober 2026.
Posisi tersebut terkoreksi sebesar 16,7% secara month-to-month. Investor asing juga mencatatkan aksi jual bersih (net sell) saham senilai Rp16,88 triliun sepanjang periode tersebut.
Tekanan pasar saham turut tercermin dari perkembangan industri pengelolaan investasi.
Nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana per 30 Oktober 2026 tercatat sebesar Rp620,14 triliun atau mengalami moderasi sebesar 2,66% secara bulanan.
Meski demikian, aktivitas perdagangan saham masih menunjukkan peningkatan.
OJK mencatat rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) pasar saham mencapai Rp16,31 triliun pada Oktober 2026, meningkat dibandingkan September 2026 sebesar Rp14,94 triliun. Secara year-to-date, RNTH tercatat sebesar Rp20,34 triliun.
Hasan menambahkan, rata-rata rentang bid-ask spread pasar saham tetap terjaga di level 1,52% pada Oktober 2026.
Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan masih berlangsung di tengah dinamika pasar keuangan domestik.
Sementara itu, dari sisi penghimpunan dana, korporasi domestik masih memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan. Nilai penawaran umum secara year-to-date hingga Oktober 2026 mencapai Rp209,77 triliun.
Adapun dalam pipeline terdapat 26 rencana penawaran umum dengan nilai indikatif sebesar Rp24,46 triliun.
OJK menyatakan akan terus mencermati perkembangan pasar modal serta mendorong pendalaman pasar dengan tetap mengedepankan kualitas keterbukaan informasi dan pelindungan investor.
(fik/naw)



























