Logo Bloomberg Technoz

Airlangga membeberkan bahwa pertumbuhan di kuartal III-2026 didukung oleh beberapa sektor seperti industri pengolahan dengan pertumbuhan 5,87%, industri makanan dan minuman sebesar 7,09%.

Selain itu, industri kimia dan farmasi mencatat pertumbuha 8,1%, logam dasar tumbuh 9,94 %, dan  industri otomotif tumbuh 6,14%. Sementara itu indsutri konstruksi juga turut naik 6,42%.

“Industri konstruksi tumbuh  menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah di sektor perumahan kemudian kegiatan terkait KDKMP dan juga sekolah rakyat itu menumbuhkan kebutuhan semen dan yang lain,” kata Airlangga.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2026 tercatat sebesar 5,47% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibanding ekonomi kuartal III 2025.

Angka ini jauh lebih tinggi dibanding proyeksi konsensus Bloomberg yang memperkirakan ekonomi Indonesia hanya tumbuh 5,2% secara tahunan (yoy) pada kuartal III 2026. Angka itu juga meningkat dari level 5,29% pada kuartal sebelumnya.

BPS mencatatat konsumsi rumah tangga sebagai kontributor terbesar terhadap PDB dengan kontribusi 51,97% terhadap PDB dan  tumbuh 5,04% (yoy).

Sementara itu, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang memiliki pangsa 30,81% meningkat 6,06% (yoy). Kedua komponen tersebut memberikan kontribusi gabungan sebesar 82,78% terhadap perekonomian.

Konsumsi pemerintah mencatat kenaikan tertinggi, yakni 8,95% (yoy), dengan kontribusi sebesar 7,28% terhadap pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan realisasi belanja pegawai serta belanja barang dan jasa.

(ell)

No more pages