Sebelumnya, BPS melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2026 tercatat sebesar 5,47% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibanding ekonomi kuartal III 2025.
Angka ini jauh lebih tinggi dibanding proyeksi konsensus Bloomberg yang memperkirakan ekonomi Indonesia hanya tumbuh 5,2% secara tahunan (yoy) pada kuartal III 2026. Angka itu juga meningkat dari level 5,29% pada kuartal sebelumnya.
BPS mencatatat konsumsi rumah tangga sebagai kontributor terbesar terhadap PDB dengan kontribusi 51,97% terhadap PDB dan tumbuh 5,04% (yoy).
Sementara itu, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang memiliki pangsa 30,81% meningkat 6,06% (yoy). Kedua komponen tersebut memberikan kontribusi gabungan sebesar 82,78% terhadap perekonomian.
Konsumsi pemerintah mencatat kenaikan tertinggi, yakni 8,95% (yoy), dengan kontribusi sebesar 7,28% terhadap pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan realisasi belanja pegawai serta belanja barang dan jasa.
(ell)



























