Dalam jangka menengah–panjang, SMM mencermati dinamika politik dan keamanan tersebut apakah mempengaruhi produksi dan logistik atau tidak.
“Ke depan, perhatian harus difokuskan pada perincian persetujuan RKAB 2027; apakah situasi di Indonesia memengaruhi produksi dan logistik, serta perubahan dalam pembelian hilir dan premi spot setelah kenaikan harga,” tulis SMM.
Isu RKAB
Dalam kaitan itu, SMM mencermati pengetatan pasokan bijih nikel bakal dilakukan kembali pada 2026 oleh Indonesia, dengan tujuan meredakan kelebihan pasokan global dan menopang harga nikel.
SMM mencatat kuota produksi bijih nikel dalam RKAB 2026 hasil revisi berada di kisaran 295—300 juta metrik ton (mt) atau lebih rendah dari realisasi produksi 2025 sekitar 320 juta mt, serta terdapat kemungkinan pasokan dapat lebih rendah pada tahun depan.
“Mengingat kuota RKAB yang telah disesuaikan untuk 2026 berada di kisaran 295 juta hingga 300 juta wet metric ton [wmt], terdapat kemungkinan penyesuaian penurunan lebih lanjut untuk kuota 2027. Namun, besaran pemotongan yang spesifik masih perlu diklarifikasi,” tegas SMM.
Adapun, SMM mencatat kontrak nikel di Shanghai Future Exchange (SHFE) pada hari ini banyak diperdagangkan tercatat di level 122.250 yuan/mt naik 5.670 yuan/mt dari harga penutupan hari perdagangan sebelumnya, atau meningkat sekitar 4,86%.
Secara umum, SMM menilai kenaikan harga tersebut mencerminkan pelonggaran bertahap bertahap tekanan makroekonomi serta peninjauan ulang ekspektasi pasokan yang dipicu oleh perubahan kebijakan dan situasi di Indonesia.
“Sementara itu, pasokan dan permintaan aktual belum menunjukkan perbaikan yang jelas yang sejalan dengan skala kenaikan harga kontrak berjangka,” ungkap SMM.
Dari sisi makro, setelah hasil pemilu sela di Amerika Serikat (AS) ditetapkan, ekspektasi pasar terhadap meredanya situasi di Timur Tengah meningkat. SMM menilai hal tersebut tercermin dengan turunnya harga minyak dunia, dolar AS, dan imbal hasil surat utang AS.
“Secara ringkas, kenaikan harga nikel kali ini lebih didorong oleh kombinasi sentimen makro dan ekspektasi pasokan dari Indonesia, sementara fundamental saat ini memberikan dorongan langsung yang relatif terbatas terhadap kenaikan tersebut,” tegas SMM.
Markas Besar TNI membenarkan adanya pengerahan atau pemindahan pasukan militer dalam jumlah besar ke wilayah Jakarta. Namun, mereka menampik kebijakan ini berkaitan dengan sejumlah isu terkini.
"Pengerahan pasukan merupakan hal yang biasa dilakukan TNI untuk kesiapsiagaan," kata Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Muhammad Nas dikutip, Rabu (04/11/2026).
"Tak perlu dikait-kaitkan dengan isu apa pun."
Sebelumnya, beredar kabar adanya pengerahan pasukan dalam jumlah besar dari tiga matra militer ke wilayah DKI Jakarta. Bahkan, sejumlah pasukan khusus juga turut dalam mobilisasi atau pemindahan posisi prajurit tersebut.
Salah satu yang terungkap adalah surat pengerahan pasukan untuk penebalan pengamanan di Wilayah DKI Jakarta dari TNI Angkatan Laut (TNI AL).
Total pasukan yang disiapkan dalam kebijakan ini nyaris mencapai 21.000 personil yang terdiri dari 2.100 prajurit yang saat ini sudah di wilayah Jakarta; dan sisanya akan dikirim bertahap dari luar ibu kota.
Kebijakan ini mendapat sorotan karena terjadi berdekatan dengan terkuaknya kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang bernuansa makar.
Tindak pidana dilakukan sejumlah perwira tinggi aktif kepolisian yang tiga di antaranya telah berstatus tersangka yaitu Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Inspektur Jenderal Ahrie Sonta Nasution, dan Inspektur Jenderal Eko Hadi Santoso.
Sebagai tambahan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan pemangkasan kuota produksi bijih nikel dalam RKAB 2027 bakal lebih ekstrem dibandingkan dengan tahun ini.
Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Ditjen Minerba Kementerian ESDM Cecep Mochammad Yasin mengatakan kuota produksi bijih nikel untuk 2027 bakal dirancang dengan mempertimbangkan kapasitas optimal pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) nikel.
Dia menjelasakan arah kebijakan tersebut berbeda dengan tahun ini, yakni kuota produksi bijih nikel ditetapkan mempertimbangkan kebutuhan pasokan dari smelter nikel.
Terlebih, kata Cecep, logam nikel di pasar Shanghai Future Exchange (SHFE) dan London Metal Exchange (LME) mengalami kelebihan pasokan atau oversupply hingga sekitar 800.000 mt nikel (Ni).
"Karena dari pelaku usaha pun, seperti Huayou, mereka akan menurun kapasitas produksinya sampai dengan 50% termasuk juga Tsingshan dan lain juga akan menurunkan karena pasokan yang stok global yang tinggi," kata Cecep di sela Minerba Convex 2026, Selasa (3/11/2026).
Di sisi lain, Dirjen Minerba Kementerian ESDM Tri Winarno memberikan sinyal kuota produksi bijih nikel dalam RKAB 2027 bakal lebih rendah dari kuota RKAB 2026 hasil revisi sebesar 290—300 juta mt.
Alasannya, pada akhir tahun ini sejumlah smelter nikel bakal memangkas produksi, serta terdapat kelebihan pasokan logam nikel global.
Kendati begitu, dia belum dapat mengungkapkan besaran kuota produksi bijih nikel untuk RKAB 2027.
“Kemarin untuk nikel itu kan ada pembahasan yang terkait dengan stok yang ada di LME sama SHFE. Nah, itu kan over sekitar 750.000 ton. Nah, itu juga mesti kita exercise supaya nanti jangan sampai nanti produksi kita menambah lagi over-nya,” ujar Tri kepada awak media di Kantor Ditjen Ketenagalistrikan, Kamis (29/10/2026).
(azr/wdh)






























