Di pasar lain, harga minyak mentah Brent bertahan di sekitar US$104 per barel pada Selasa, ketika para pelaku pasar mencermati sinyal yang saling bertentangan terkait perundingan perdamaian AS-Iran. Imbal hasil US Treasury naik setelah jumlah lowongan pekerjaan di AS meningkat ke level tertinggi dalam empat bulan, sementara dolar AS menguat.
Pemulihan saham teknologi kini menghadapi hasil pemilihan paruh waktu AS, yang berpotensi menghilangkan salah satu sumber utama ketidakpastian dan mengalihkan kembali perhatian investor pada prospek belanja AI serta risiko geopolitik menjelang akhir tahun.
"Hasil pemilu dapat menjadi momentum untuk menghilangkan sebagian ketidakpastian, meskipun perkembangan seputar tema AI dan geopolitik tetap menjadi kekuatan utama yang menggerakkan pasar menjelang dua bulan terakhir tahun ini," kata Angelo Kourkafas dari Edward Jones.
Jutaan warga AS memberikan suara pada Selasa dalam pemilihan yang akan menentukan penguasaan Kongres, sekaligus berbagai isu di tingkat lokal. Tempat pemungutan suara pertama akan ditutup pada pukul 18.00 waktu bagian timur AS.
Polymarket memperkirakan probabilitas sekitar 95% bagi Partai Demokrat untuk menguasai House of Representatives (DPR AS) dan sekitar 77% untuk memenangkan Senat. Hal ini mengindikasikan kemungkinan partai tersebut menyapu bersih kemenangan di kedua kamar Kongres.
"Pemilihan pada Selasa dapat mengubah keseimbangan kekuasaan di Washington," kata Ken Mahoney dari Mahoney Asset Management. "Akan lebih baik jika ketidakpastian ini segera berlalu, mengingat pemilu tersebut telah lama diperkirakan menjadi peristiwa yang memicu volatilitas pasar."
Risiko geopolitik masih menjadi perhatian utama ketika harga minyak bergerak fluktuatif di tengah upaya investor mencermati berbagai sinyal yang saling bertentangan mengenai arah perundingan perdamaian antara AS dan Iran.
Teheran dan Washington tengah meninjau proposal baru dari para mediator yang bertujuan menyelesaikan perbedaan kedua negara dan mencegah kembali pecahnya perang berskala penuh. Hal tersebut disampaikan seorang diplomat yang mengetahui persoalan itu, menyusul serangan udara terbatas AS pada malam sebelumnya.
Sementara itu, tanda-tanda ketahanan pasar tenaga kerja AS mendorong kenaikan imbal hasil US Treasury. Jumlah lowongan pekerjaan secara tak terduga meningkat pada September ke level tertinggi dalam empat bulan. Pada saat yang sama, jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) turun ke level terendah sejak Maret 2025, sedangkan jumlah pekerja yang mengundurkan diri meningkat.
Data tersebut dapat memberikan ruang lebih besar bagi para pembuat kebijakan Federal Reserve (The Fed) untuk berfokus pada inflasi yang masih persisten, setelah mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pekan lalu. Bank sentral tersebut menaikkan suku bunga pada September untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir.
"Untuk saat ini, seluruh indikator menunjukkan pasar tenaga kerja yang solid, meskipun kondisi tersebut masih sulit bagi sebagian kelompok pekerja, khususnya mereka yang menganggur," tulis Matthew Martin, ekonom senior AS di Oxford Economics, dalam sebuah catatan.
(bbn)



























