Logo Bloomberg Technoz

Sejalan dengan perkembangan tersebut, BPD Bali tengah menyiapkan pembaruan aplikasi mobile banking setelah memperoleh izin dari Bank Indonesia. Pengembangan tersebut mencakup penambahan fitur dan integrasi dengan sejumlah layanan keuangan lainnya.

Hingga saat ini, pengguna BPD Bali Mobile telah melampaui 282.000 orang atau meningkat sekitar 24%.

"Untuk mobile banking kita sudah mendapatkan izin dari BI untuk dilakukan penyempurnaan pada new mobile banking terbaru dengan fitur-fitur yang kita perluas kembali," katanya.

Perseroan juga berencana mengintegrasikan sejumlah layanan pembayaran, termasuk QRIS Tap dan uang elektronik Bali Pay, ke dalam pengembangan aplikasi tersebut.

Selain memperkuat layanan internal, BPD Bali membuka peluang kolaborasi dengan industri jasa keuangan nonbank. Salah satu potensi kerja sama yang disiapkan adalah integrasi layanan Pegadaian, termasuk produk tabungan emas.

"Di tengah persaingan saat ini dan ke depan, kolaborasi itu menjadi kunci untuk kesuksesan industri dalam rangka mencapai performa yang lebih baik," ujarnya.

Di sisi transaksi internasional, BPD Bali juga berupaya memperluas pemanfaatan QRIS cross-border. Saat ini, layanan tersebut telah menjangkau sejumlah negara, antara lain Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan China.

Sudharma mengatakan, perluasan konektivitas pembayaran lintas negara berpotensi memberikan manfaat bagi pelaku UMKM di Bali, terutama yang melayani wisatawan mancanegara.

Dengan sistem pembayaran tersebut, transaksi wisatawan asing dapat berlangsung lebih praktis sehingga membuka peluang peningkatan aktivitas ekonomi bagi pelaku usaha lokal.

Di sisi lain, perseroan juga memperkuat aspek keamanan transaksi digital melalui edukasi dan literasi kepada masyarakat. BPD Bali telah membentuk unit perlindungan konsumen serta menetapkan kode etik penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Penerapan AI nantinya akan diarahkan untuk meningkatkan efektivitas proses bisnis internal dengan tetap memperhatikan aspek tata kelola dan mitigasi risiko.

Melalui pengembangan layanan digital dan kolaborasi lintas industri, BPD Bali menargetkan pertumbuhan fee-based income minimal 20% pada 2027 sebagai bagian dari diversifikasi sumber pendapatan perseroan.

(tim)

No more pages