Logo Bloomberg Technoz

Kris mengatakan sejumlah penambang harus mengajukan dispensasi kepada Gubernur Sumatra Selatan setiap bulan agar dapat tetap menggunakan akses jalan tersebut.

"Masih ada 22 penambang yang mungkin nanti kalaupun diberikan RKAB [Rencana Kerja dan Anggaran Biaya], jalan hauling-nya enggak ada, ya kan, enggak bisa men-deliver," katanya.

Respons ESDM

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengaku belum mengetahui ihwal terhentinya operasional PLTU Banjarsari. Namun, Kementerian ESDM mengklaim pemenuhan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik milik PT PLN (Persero) hingga akhir 2026 telah terpenuhi.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Batu Bara Ditjen Minerba Kementerian ESDM Asep Kurnia menyatakan berdasarkan hasil koordinasi dengan PLN, kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik hingga Desember 2026 telah terpenuhi. 

Bahkan, kata dia, Kementerian ESDM telah memberikan penugasan tambahan untuk mengantisipasi kebutuhan pasokan hingga Januari 2027.

"Kalau dari sisi pemenuhan, kalau diskusi dengan PLN saat ini, bahwa sampai Desember itu sudah terpenuhi," ujar Asep dalam kesempatan yang sama.

Dia menjelaskan pemerintah terakhir memberikan penugasan tambahan pasokan batu bara sekitar 17 juta metrik ton untuk menjaga ketersediaan batu bara bagi pembangkit listrik.

Meski demikian, Asep mengakui pemenuhan kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan volume, tetapi juga kualitas batu bara dan kelancaran rantai pasok.

Dia menyebut sejumlah gangguan pasokan yang terjadi pada awal tahun ini disebabkan persoalan distribusi dan pengiriman batu bara, sehingga beberapa pembangkit sempat mengalami kekurangan pasokan.

“Jadi kita ada buffer sampai akhir Desember, tambahan Januari ya, terkait pemenuhan pasokan batu bara, sehingga eh kita bisa tetap menjaga keandalan kelistrikan di dalam negeri,” tuturnya.

Ihwal kesesuaian kualitas batu bara, Asep menjelaskan sekitar 60% dari total cadangan batu bara nasional yang mencapai 30 miliar metrik ton merupakan batu bara berkalori rendah. 

Sementara itu, sekitar 60% kebutuhan batu bara PLN juga berasal dari batu bara berkalori rendah.

Menurut dia, kesesuaian antara karakteristik cadangan batu bara nasional dan kebutuhan pembangkit listrik tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan sumber daya batu bara pada dasarnya mencukupi.

Namun, pemenuhan kebutuhan pembangkit tetap menghadapi tantangan dari sisi kualitas, termasuk kandungan sulfur batu bara.

“Dari 30 pembangkit itu 25%-nya itu adalah yang memakai kalori tingkat tinggi. Gitu, jadi ini juga mungkin perlu inovasi dan teknologi ke depan bagaimana kita melakukan coal blending, coal upgrading ataupun juga co-firing ya untuk memenuhi suplai tersebut,” tegasnya.

Untuk diketahui, PLTU Banjarsari memiliki kapasitas 2x135 megawatt (MW) yang dikelola oleh PT Bukit Pembangkit Innovative—usaha patungan PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA, PT PLN Nusantara Power (PLN NP), dan PT Navigat Innovative Indonesia (PT NII).

PLTU Banjarsari mulai dibangun pada 2012 dan rampung dibangun pada pertengahan 2015. Pembangkit tersebut mulai beroperasi secara komersial pada Juli 2015. 

PLTU Banjarsari yang berkapasitas 2 x 135 MW ini menggunakan teknologi circulated fluedized bed boiler (CFB).

(azr/ros)

No more pages