Logo Bloomberg Technoz

Ateng menyebut bahwa  nilai impor bahan baku penolong mencapai US$ 17,19 miliar USD atau naik 24,65% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, nilai impor untuk barang konsumsi mencatatkan kenaikan sebesar 15,98% apabila dibandingkan dengan September 2026 menjadi sebesar US$2,24 miliar.

Impor Januari-September 2026

Sementara itu, Ateng menyebut bahwa sepanjang Januari hingga September 2026,  total nilai impor mencapai US$ 210,63 miliar atau naik sebesar 19,67% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun yang lalu.

“Nilai impor migas tercatat sebesar US$32,57 miliar USD atau naik cukup tinggi, yaitu naik 37,35%,” kata Ateng.

Sementara untuk impor non-migas tercatat senilai US$178,06 miliar USD, naik 16,92%.

Jika dilihat menurut penggunaannya, secara kumulatif, peningkatan nilai impor terjadi pada seluruh golongan penggunaan.

Sebagai penyumbang utama peningkatan impor, untuk nilai impor bahan baku penolong mencapai US$150,57 miliar USD atau naik 21,11% dibandingkan periode yang sama tahun yang lalu. Nilai ekspor bahan baku penolong ini memberikan andil peningkatannya sebesar 14,91%.

“Untuk impor bahan baku penolong yang naik cukup besar, terutama dari bahan bakar mineral atau HS27, dari mesin dan perlengkapan elektronik, serta elektrik serta bagiannya, HS85, serta dari garam, belerang, batu, dan semen. Ini di HS25,” kata Ateng.

(ell)

No more pages