Hubungan AS-Ukraina mencapai titik terendah bulan lalu setelah Trump mencapai kesepakatan dengan Presiden Vladimir Putin.
Dalam kesepakatan itu, Washington setuju untuk tidak memperketat sanksi terhadap Rusia, dengan imbalan Moskwa bersedia memasok sejumlah terbatas bahan bakar solar (diesel) ke pasar global guna menekan kenaikan harga.
Dorongan dari Gedung Putih ini muncul di saat Uni Eropa (UE) bersiap untuk menghentikan impor gas Rusia tahun depan—sebuah langkah yang akan memutus hubungan antara blok tersebut dengan pemasok energi utamanya pada masa lalu.
Saat ini, harga gas di Eropa berada di level tertinggi dalam hampir empat tahun terakhir, yang sebagian dipicu oleh konflik di Timur Tengah—situasi yang telah menyebabkan hilangnya hampir seperlima pasokan LNG global dari pasar.
Jaringan pipa yang melintasi Ukraina masih dalam kondisi utuh, sehingga aliran gas dapat segera dipulihkan jika rencana AS ini terealisasi.
Ekspor gas Rusia ke Eropa melalui Ukraina sempat terhenti ketika perjanjian transit antara kedua negara berakhir pada pengujung 2024, dan pihak Kyiv menolak untuk memperbaruinya.
(bbn)




























