Logo Bloomberg Technoz

Impor Melesat, Surplus Neraca Dagang Diramal Susut September 2026

Redaksi
02 November 2026 09:50

Neraca Dagang September 2026 (Bloomberg Technoz)
Neraca Dagang September 2026 (Bloomberg Technoz)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom memproyeksi kinerja neraca perdagangan Indonesia pada September 2026 akan mengalami surplus, meski nilainya menyusut dibanding bulan sebelumnya.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede memperkirakan neraca perdagangan Indonesia pada September 2026 masih mencatat surplus sekitar US$1,79 miliar, tetapi menyusut signifikan dibandingkan surplus US$3,55 miliar pada Agustus 2026.

Penyempitan surplus terutama disebabkan oleh pertumbuhan impor yang diperkirakan jauh lebih cepat dibandingkan ekspor. Ekspor September diproyeksi tumbuh 9,39% secara tahunan, meningkat dari 6,72% pada Agustus, didukung oleh harga komoditas yang masih relatif tinggi, terutama batu bara, serta permintaan dari Tiongkok, India, dan Jepang.


"Perbaikan aktivitas manufaktur di sejumlah negara mitra dagang juga mendukung permintaan ekspor Indonesia," katanya.

Namun, impor diperkirakan melonjak lebih tinggi, yakni mencapai 23,07% secara tahunan, dibandingkan 19,09% pada Agustus. Kenaikan impor terutama didorong oleh tingginya harga minyak dunia yang memperbesar tagihan impor energi, serta meningkatnya kebutuhan bahan baku dan barang modal seiring pemulihan aktivitas manufaktur domestik.