Logo Bloomberg Technoz

Ekonom: Inflasi Oktober Melandai, Tapi Harga Pangan Masih Melesat

Redaksi
02 November 2026 09:30

Inflasi Desember 2025 Capai 0,64%, Sepanjang 2025 Tembus 2,92%. (Diolah dari Berbagai Sumber)
Inflasi Desember 2025 Capai 0,64%, Sepanjang 2025 Tembus 2,92%. (Diolah dari Berbagai Sumber)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom memperkirakan inflasi pada Oktober 2026 akan sedikit melandai, tetapi tekanan harga pangan belum mereda secara fundamental. Artinya, ekonomi Indonesia dianggap masih memiliki daya tahan, tapi ruang untuk menyerap guncangan eksternal semakin terbatas. 

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede memperkirakan inflasi Oktober melandai menjadi 3,19% secara tahunan (year-on-year/yoy), dibanding laju pada September lalu sebesar 3,28%. Dalam perhitungan secara bulanan (month-to-month/mtm), inflasi Oktober diproyeksi hanya akan melaju 0,19%, lebih rendah dibanding bulan sebelumnya 0,30%.

"Perlambatan inflasi terutama didukung oleh penurunan harga emas dan masih tertahannya kenaikan harga energi domestik melalui kebijakan subsidi serta stabilisasi harga pemerintah," ujar Josua kepada Bloomberg Technoz, Senin (2/11/2026).


Dia memperkirakan inflasi inti juga akan menurun dari 2,84% menjadi 2,51%, yang mengindikasikan bahwa tekanan permintaan domestik belum terlalu kuat, sejalan dengan daya beli masyarakat kelas menengah dan bawah yang masih menghadapi tekanan.

Namun, risiko terbesar justru berasal dari inflasi pangan, terutama kenaikan harga cabai merah, cabai rawit, dan beras akibat gangguan produksi serta risiko kekeringan terkait El Niño. Sementara itu, penurunan harga daging ayam, telur, dan bawang merah diperkirakan sedikit meredam tekanan tersebut.