Logo Bloomberg Technoz

Menurut Agus, MSCI menilai sistem tindakan pencegahan (preventive action) yang dilakukan OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI) belum memadai.

Dengan demikian, kata Agus, MSCI ingin melihat penguatan langkah pencegahan sekaligus penegakan hukum apabila pelanggaran serupa kembali terjadi.

“Jadi mereka ingin melihat itu yang dilakukan oleh OJK dan dilakukan oleh bursa, preventive action dan juga enforcement action,” kata Agus.

Dia menambahkan MSCI juga menginginkan adanya efek jera (deterrent effect) terhadap pelaku pelanggaran.

Dengan demikian, sanksi yang dijatuhkan tidak hanya mencegah pelaku mengulangi perbuatannya, tetapi juga membuat pihak lain berpikir ulang untuk melakukan tindakan serupa.

“Harus ada deterrent effect, kalau ada yang melakukan itu diberikan hukuman sehingga mereka tidak berani lagi untuk melakukan hal yang sama dan yang lain juga akan takut untuk melakukan hal serupa karena ada enforcement yang memberatkan dan menimbulkan efek jera,” ujarnya.

Di sisi lain, Agus menyebut MSCI telah mengakui sejumlah reformasi yang dilakukan Indonesia.

Reformasi tersebut mencakup keterbukaan informasi kepemilikan saham di atas 1%, perincian klasifikasi investor dari sembilan menjadi 39 kategori, pelaporan high shareholding concentration (HSC), serta peta jalan peningkatan batas minimum free float secara bertahap hingga 15%.

Meski demikian, pengakuan terhadap reformasi tersebut belum menghilangkan kekhawatiran MSCI terhadap efektivitas pengawasan dan penegakan hukum di pasar modal Indonesia.

Adapun usulan reklasifikasi tersebut masih dalam tahap konsultasi. Berdasarkan penjelasan Agus, proses konsultasi berlangsung hingga April 2027, sementara keputusan final MSCI dijadwalkan diumumkan paling lambat pada 30 Juni 2027.

Selama periode tersebut, sejumlah pembatasan terhadap saham Indonesia di indeks MSCI juga masih berlaku.

Agus menyebut tidak ada penambahan emiten Indonesia dalam indeks MSCI, tidak ada kenaikan foreign inclusion factor maupun jumlah saham (number of shares), serta tidak ada migrasi saham ke segmen indeks dengan ukuran lebih besar.

(fik/naw)

No more pages