PENGADAAN MIGAS
Bahlil Sebut Alasan Impor via Lemigas: Ringkas, Negara Terdepan
Azura Yumna Ramadani Purnama
30 October 2026 08:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengklaim skema impor minyak dan gas (migas) baru melalui badan layanan umum (BLU) Lemigas diterbitkan agar proses impor lebih ringkas dan membuat negara menjadi pihak terdepan.
Bahlil mengklaim kebijakan tersebut bakal membuat pengadaan migas menjadi lebih efisien, sebab tak terdapat perusahaan cangkang yang terlibat dalam pengadaan—melainkan negara melalui Lemigas langsung melakukan kontrak pembelian dan diserap oleh PT Pertamina (Persero) di Tanah Air.
“Jadi sekarang pemerintah langsung melakukan lobi, deal dengan negara lain yang mempunyai sumber energi. Dengan demikian, saya yakinkan bahwa ini memangkas prosedur yang begitu panjang, kemudian kita bisa melakukan kontrak jangka panjang,” kata Bahlil kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (29/10/2026).
Dia juga menyatakan skema impor baru tersebut menjadi alat komunikasi bilateral Indonesia dengan negara-negara penjual komoditas migas.
“Ya contoh kalau katakanlah kita membeli LPG dari Amerika, dan memang selama ini, ya silakan. Itu yang nanti negara akan melakukan komunikasi dengan Amerika,” ujar Bahlil.






























