Logo Bloomberg Technoz

Destry Buka Suara soal Peluang Naikkan BI Rate

Pramesti Regita Cindy
30 October 2026 09:30

BI Rate Ditahan Tetap 4,75%. (Diolah dari Berbagai Sumber)
BI Rate Ditahan Tetap 4,75%. (Diolah dari Berbagai Sumber)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyatakan arah kebijakan suku bunga bank sentral akan bergantung pada perkembangan data ekonomi dan kondisi pasar. 

Hal ini sekaligus menjawab perihal kemungkinan adanya kenaikan suku bunga acuan BI Rate, mengacu kepada arah suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed) menutup tahun 2026. 

"[Kita masih mengacu] data dependent. Nanti kita lihat perkembangannya seperti apa. Karena kita punya kebijakan banyak instrumennya, enggak hanya suku bunga saja," kata Destry di sela-sela acara Rapimnas Kadin 2026 di Hotel Borobudur di Jakarta, Kamis (29/10/2026). 


Menurut Destry, BI memiliki berbagai instrumen kebijakan moneter, termasuk insentif biaya lindung nilai (hedging), kebijakan makroprudensial, serta Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Destry menambahkan, beragam instrumen tersebut dapat digunakan untuk merespons dinamika pasar keuangan dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah tanpa hanya bergantung pada perubahan suku bunga acuan.