Logo Bloomberg Technoz

PENGADAAN MIGAS

Impor via Lemigas, RI Diminta Transparan Soal Penanggung Risiko

Azura Yumna Ramadani Purnama
29 October 2026 13:00

VLCC./dok. Bloomberg
VLCC./dok. Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pengamat energi menilai pemerintah perlu transparan dalam menjalankan skema impor minyak dan gas (migas) baru melalui badan layanan umum (BLU) Lemigas, di mana PT Pertamina (Persero) hanya menjadi penyerap komoditas yang diimpor.

Pengamat energi Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria mendorong pemerintah untuk menjelaskan secara terbuka sistem dari skema impor baru tersebut; utamanya terkait dengan penetapan harga, penetapan pemasok, dan penanggung risiko.

Dia khawatir skema baru tersebut justru menciptakan ketidakjelasan tanggung jawab, melemahkan transparansi, dan menempatkan Pertamina hanya sebagai penyerap impor Lemigas tanpa kendali strategis.


“Pemerintah wajib menjelaskan secara terbuka siapa yang menentukan pemasok, menetapkan harga, menanggung risiko pembayaran, dan menjamin kepatuhan terhadap sanksi internasional,” kata Sofyano kepada Bloomberg Technoz, Kamis (29/10/2026).

Tangki penyimpanan bahan bakar di fasilitas PT Pertamina di Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian

Ubah Pemetaan