Logo Bloomberg Technoz

PROYEK HILIRISASI

75% Smelter Nikel RI Terafiliasi China, Nilai Tambah Dicap Minim

Azura Yumna Ramadani Purnama
24 October 2026 20:00

Kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP)./dok. Bloomberg
Kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP)./dok. Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta – Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) UI menilai dominasi China sebagai investor smelter dan importir utama produk olahan nikel di Indonesia menimbulkan risiko terbatasnya nilai tambah yang dapat dinikmati di dalam negeri.

LPEM UI dalam risetnya mencatat sekitar 75% pabrik peleburan dan pengolahan (smelter) nikel di Indonesia terafiliasi dengan China, sedangkan 90,58% ekspor produk olahan nikel diserap oleh pasar Negeri Panda pada 2024.

LPEM mencatat dari total ekspor produk nikel Indonesia yang mencapai US$21,71 miliar pada 2024, pengiriman ke China mencapai US$19,67 miliar atau setara 90,58%.


Untuk produk nikel sulfat dengan kode HS 283324, seluruh ekspor Indonesia senilai US$527,52 juta atau 100% dikirimkan sepenuhnya ke China pada 2024.

Blok feronikel yang diproduksi di fasilitas pengolahan nikel yang dioperasikan oleh Harita Nickel di Pulau Obi./Bloomberg-Dimas Ardian

Dominasi serupa terlihat pada produk oxide sinters dan produk antara metalurgi nikel lainnya dengan kode HS 750120, di mana China menyerap 99,51% atau senilai US$3,93 miliar dari total ekspor nasional yang senilai US$3,95 miliar pada 2024.