Logo Bloomberg Technoz

BGN Targetkan 10.000 SPPG Terapkan MBG Prasmanan pada Akhir 2026

Sabrina Mulia Rhamadanty
29 October 2026 16:40

Petugas SPPG menyiapkan MBG secara prasmanan di SMP Kemala Bhayangkari 3, Jakarta, Jumat (16/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Petugas SPPG menyiapkan MBG secara prasmanan di SMP Kemala Bhayangkari 3, Jakarta, Jumat (16/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan sebanyak 5.000 hingga 10.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur pelayanan dapat mengimplementasikan metode prasmanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga akhir tahun 2026.

Skema ini diterapkan guna menekan risiko keracunan serta memastikan kualitas dan kehangatan makanan yang disajikan kepada para siswa.

Kepala BGN Sudaryono mengungkapkan bahwa uji coba metode penyajian prasmanan telah berlangsung di 66 dapur dan siap diperluas ke sekitar 230 dapur tambahan dalam waktu dekat. Evaluasi tahap awal menunjukkan hasil yang positif tanpa adanya laporan kasus gangguan kesehatan atau makanan rusak.


"Target saya adalah sampai dengan akhir tahun, untuk mengurangi keracunan, makanan-makanan rusak, gangguan kesehatan, dan paling diminati oleh siswa ini, maka kami berharap kita bisa mengimplementasikan MBG Prasmanan ini; 5.000 sampai dengan 10.000 dapur sudah bisa mengimplementasikan ini," kata Sudaryono dalam keterangannya melalui Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Kamis (29/10/2026).

Sudaryono menjelaskan bahwa sistem prasmanan ini tidak mengharuskan seluruh siswa mengantre di satu titik sentral, melainkan disajikan langsung di setiap ruang kelas sesuai jumlah siswa. Makanan diantar dari dapur pusat (central kitchen) dan dijaga ketat pada suhu minimal 60 derajat Celsius agar tetap hangat saat dikonsumsi tanpa perlu dipanaskan ulang di sekolah.