“Secara teknikal, IHSG berpotensi menguji support 5.182–5.118 setelah gagal bertahan di atas 5.400. Tren masih bearish karena indeks berada di bawah MA20 (5.731) dan MA200 (6.916),” papar BRI Danareksa,
Berbarengan dengan itu, tren indikator MACD masih negatif biarpun histogram mulai menyusut. Jika support bertahan, peluang konsolidasi atau technical rebound tetap terbuka menuju 5.400–5.455.
Saham–saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah DSNG, CPIN, dan AADI.
Lebih lanjut, Phintraco Sekuritas menyebut, Fitch Ratings memprediksi kinerja ekonomi Indonesia akan tumbuh melambat di bawah level 5% pada semester II-2026. Akibatnya secara kumulatif, ekonomi sepanjang tahun ini diproyeksi maksimal tumbuh 5,2%, di bawah target Pemerintah yang sebesar 5.4%.
Fitch Ratings menilai dampak dukungan fiskal Pemerintah akan memudar setelah belanja difokuskan di awal tahun pada semester I-2026. Belanja konsumen juga akan melambat sepanjang sisa tahun 2026, di tengah tingkat keyakinan konsumen yang lebih rendah dibanding awal tahun ini.
Ketidakpastian yang tinggi membuat investor cenderung melakukan strategi trading jangka pendek. Harga minyak yang masih bertahan di level tinggi, potensi kenaikan suku bunga The Fed pada Desember mendatang, depresiasi rupiah yang berlanjut, naiknya CDS 5Y Indonesia, serta meningkatnya yield obligasi pemerintah Indonesia adalah beberapa sentimen negatif yang membebani Indeks Komposit.
Secara teknikal, indikator MACD berbalik mengalami pelebaran histogram negatif dan Stochastic RSI berpotensi death cross di area pivot
“Diperkirakan jika level support 5,180 mampu menahan penurunan IHSG, maka berpotensi uji level 5.300. Namun jika IHSG ditutup di bawah level 5.180, akan berpeluang uji level support 5.100–5.000,” mengutip analisis Phintraco.
Sedang, saham-saham pilihan Phintraco Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah UNTR, HMSP, CTRA, LSIP, dan AADI.
Kemudian CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan, menguatnya Bursa Wall Street dan naiknya harga beberapa komoditas terutama mineral logam serta banyaknya laporan keuangan emiten yang dirilis diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu berlanjutnya aksi jual investor asing, melemahnya nilai tukar rupiah berpeluang menjadi sentimen negatif untuk IHSG.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 5.185–5.105 dan resistance 5.350–5.430,” terang CGS International Sekuritas.
Saham–saham pilihan versi CGS meliputi saham HMSP, GGRM, DSNG, AALI, SSMS, dan TAPG.
Adapun Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG bakal lanjut melemah, disebabkan oleh sentimen negatif dari potensi downgrade Indonesia ke Standalone Market yang dapat memicu keluarnya dana asing US$5-10 miliar, masih derasnya outflow dana asing, serta kembali melemahnya rupiah pasca lemahnya bid-to-cover SBN.
“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah,” mengutip riset harian Panin Sekuritas.
Saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah HMSP, ESSA, dan ERAA.
(fad)



























